Kampusgw.com

Menu

Milikilah Pelatih Jika Ingin Menjadi Juara

Semua juara dunia Olimpiade pastilah memiliki seorang pelatih. Seseorang yang membantu merencanakan target kemenangan, memberikan latihan rutin, mengatur strategi bertanding serta memberikan berlembar-lembar catatan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan jika ingin betul-betul menjadi seorang juara dunia.

Seseorang yang pernah juara dunia dua atau tiga kalipun tetap memiliki seorang pelatih, Chris John misalnya. Ia tetap rendah hati, mendengar dengan seksama serta menuruti saran-saran yang diberikan oleh pelatihnya.

Mungkin ini adalah satu hal yang kita lupakan saat ingin menjadi seorang pemenang dalam mencari beasiswa. Kita lupa bahwa kita butuh pelatih. Kita mungkin masih merasa pintar, cerdik, mandiri dan biasa sendiri. Karakter yang bagus. Tetapi kalau akhirnya perjuangan menjadi lebih sulit dan lebih lama maka mulailah mengganti prinsip. Mulailah sedikit merendahkan hati dan rasional.

Prinsip kuno ‘Pengalaman adalah guru yang paling baik’ perlu diganti menjadi ‘Pengalaman orang lain adalah guru yang paling baik’. Itulah jalan yang lebih cepat dan lebih nyaman untuk mendapatkan beasiswa. Kadang kita tidak perlu mengalami banyak kendala untuk sukses karena kita sudah melihat peta perjalanan di awal. Sekaligus sudah menyiapkan solusi jika masalah menghadang.

Pelatih yang seperti apa?

OK, saya mengerti dan butuh pelatih. Pertanyaan berikutnya adalah pelatih yang seperti apa? Carilah pelatih yang pernah mendapatkan beasiswa yang sedang kita kejar. Misalkan kita mengejar beasiswa S2 DIKTI, maka carilah orang yang pernah atau sedang mendapatkan S2 dari DIKTI. Masuk akal bukan? Semua Do’s dan Don’tS tentang beasiswa S2 DIKTI akan terungkap. Kita tinggal mencontek (mumpung halal dalam hal ini) apa saja yang wajib dilakukan untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Sekaligus kita bisa menggali kendala yang pernah dialami dan solusi yang harus dilakukan.

Dengan cara ini kemungkinan mendapatkan beasiswa yang dimaksud akan lebih besar. Dijamin!

 Bagimana caranya?

Tapi bagaimana mencari orang yang pernah mendapatkan beasiswa yang sedang saya kejar saat ini, apalagi saya tidak kenal siapapun. Mari kita gunakan teori ‘Six Degrees of Separation’ seperti judul lagu The Script,  sebuah grup band dari Irlandia, Inggris.

Caranya cukup mudah yaitu Anda dengan sabar bertanya kepada enam orang. Orang pertama mungkin menjawab, “saya bukan penerima beasiswa yang Anda maksud.” Selanjutnya Anda cukup bertanya, “kira-kira siapa orang yang tahu tentang beasiswa yang sedang saya cari.?”

Orang pertama tersebut akan merekomendasikan orang kedua dan seterusnya. Maksimal orang ke enam akan menjawab “Ya, saya penerima beasiswa yang sedang Anda cari”. Selebihnya tinggal Anda minta untuk menjadi pelatih Anda, tempat Anda konsultasi dan bertanya.

Memiliki pelatih adalah hal yang penting untuk menentukan kesuksesan belajar kita. Hal ini juga diperkuat oleh nasehat Imam Syafii, seorang Imam yang menulis begitu banyak buku yang menjadi referensi universitas-universitas besar dunia seperti kampus nomor satu di Inggris yaitu Universitas Cambridge. Beliau mensyaratkan 6 hal: Kecerdasan, Kesungguhan, Kesabaran, Bekal yang cukup, Waktu yang lama dan Bimbingan Guru.

Tanpa pelatih Anda akan mengalami semua hal sendiri, trial dan error di hampir semua hal. Jika itu menjadi sebuah pilihan, sah-sah saja. Tetapi sejauh ini manusia hanya mencari 2 hal; mencari kenikmatan dan menghindari kesengsaraan. Jika dengan memiliki pelatih, tujuan mencari beasiswa menjadi lebih gampang, ringan dan terwujud, tentunya mencari pelatih adalah sebuah hal yang wajib.

Miftachudin, SPd.I., MA (Educational Technology & TESOL)

Blog – Facebook – Twitter 

 

Categories:   Beasiswa

Comments

error: Content is protected !!
86838