Kampusgw.com

Menu

Inspiration Talk with Chaidir Agam

Dunia Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan dunia yang penuh dinamika. Pasalnya,  bidang tersebut mengurus dari A ke Z. Dari rekrutmen, pelatihan, pemetaan bakat, reorganisasi, hingga pembangunan budaya kerja. Sehingga, orang-orang yang berkecimpung di dalamnya harus benar-benar profesional, berkarakter dan berintegritas.

Nah, kali ini Kampusgw.com berkesempatan mewawancarai salah satu profesional SDM (Human Resources) atau yang lebih keren disebut HR. Seperti apakah sih suka duka bekerja di dunia itu? Berikut nukilan wawancaranya.

Siapa nama lengkap Anda?

Chaidir

Apa kesibukan Anda sehari-hari?

  1. Trainer of Asia Leader
  2. Director of DUCANS HR Global Service
  3. Founder HR CAFE (HR Community)
  4. Head of Membership & Organization at PMSM Indonesia (HR association)

Sebelum Anda fokus di dunia HR, apakah Bapak pernah bekerja di bidang lain?

Saya mengawali karir sebagai Marketing Executive di beberapa perushaan seperti Bank Danamon, Tempo Inti media dan terakhir di PT Inti Trias Citra sebagai Business Unit Manager.

Banyak orang mengatakan bahwa generasi millennial (gen Y) itu seperti kutu loncat. Sering berpindah-pindah. Bagaimana Anda menanggapi hal itu?

Pada dasarnya tidak demikian, hanya gen Y memerlukan eksplorasi profesi lebih. Sama seperti generasi sebelumnya ketika mengawali karir. Pada akhirnya Gen Y akan menetap pada satu perusahaan. Namun yang menyebabkan karyawan pindah (tidak hanya gen Y) secara umum ada 3 hal : 

  1. Lingkungan kerja. Nyaman atau tidak, sesuai dengan harapan atau tidak, mampu membuat dirinya berkembang atau tidak, dekat dengan rumah atau tidak.
  2. Jenjang karir/posisi. Tentu setiap karyawan menginginkan karirnya meningkat, tidak hanya karir. Karir meningkat tentu diimbangi peningkatan kompetensi. Nah perusahaan memiliki hal tersebut atau tidak, memiliki program peningkatan kompetensi dengan jenjang karir atau tidak. Hal ini dibutuhkan karena setiap karyawan ingin ada penigkatan dalam dirinya.
  3. Gaji & Manfaat. Bukan bicara besar atau kecil, namun sesuai yang dibutuhkan atau tidak. Terkadang ada yang gaji tidak seberapa namun ditutupi dengan manfaat yg besar. Misal kesehatan 100%, pendidikan lanjut dibiayai perusahaan, liburan, dll. Dan penghargaan atas prestasi kerja. Jika hal-hal tersebut belum memenuhi kebutuhan minimal maka sudah barang  tentu mereka akan berpindah.

Gen Y sendiri memiliki ekpektasi dalam lingkungan kerja yang sesuai tanpa sekat, dinamis, enerjik, dll. Jila kita mengenal karakternya maka kita bisa menyesuikan diri. Gen Y sendiri akan melakukan adaptasi dengan lingkungan.

Berdasarkan pengalaman Anda sebagai praktisi di dunia HR, kapan waktu terbaik untuk mengundurkan diri jika seseorang sudah tidak nyaman dengan pekerjaannya? Haruskah mereka menunggu 1 tahun atau cukup  6 bulan?

Resign itu mudah, tinggal mengajukan surat pengunduran diri, selesai. Namun sebelum mngundurkan diri, ketahui dahulu apa yang menyebabkan kita tidak nyaman, apakah karena faktor eksternal (lingkungan kerja, kebijakan manajemen, dll) atau faktor internal (diri kita sendiri). Jika penyebabnya adalah internal, maka kita harus introspeksi diri apa yang membuat kita tidak nyaman, kita tidak bisa beradaptasi, tidak bisa mengikuti ritme kerja, dll. Lalu apa yg menyebabkan kita memilih perusahaan tsb pada saat tanda tangan kontrak kerja.

Jika faktor eksternal, dan sudah tidak sesuai dengan harapan..maka jangan tunggu lama-lama . . . segera saja resign agar potensimu tidak tersia-siakan. Tentu dengan pemikiran matang. Jangan resign sebelum ada penggantinya..hehehe.

Dunia HR banyak diisi oleh mahasiswa dari jurusan Psikologi, Hukum dan Manajemen. Bagaimana peluang kerja di posisi tersebut dari teman-teman jurusan lainnya?

Dulu memang demikian, karena kondisi bisnis membutuhkan kompetensi yang dimiliki jurusan tersebut. Namun saat ini posisi HR tidak hanya dihuni oleh lulusan yang disebutkan tadi. Bahkan di level strategis ada yang dari IT, Teknik, Marketing, dll. Ini dimaksudkan agar posisi HR menjadi partner bisnis perusahaan. Jadi, posisi HR tidak hanya mengerti HR tapi juga mengerti tentang bisnis perusahaan. Tentu jurusan non HR tersebut harus mengerti fungsi strategis dan teknis dari posisinya, tidak asal masuk saja.

Beberapa mahasiswa tidak memiliki pengalaman magang ketika kuliah. Sebenarnya, seberapa signifikan nilai tambah pelamar kerja fresh graduate yang pernah mengambil magang?

Magang diperlukan sebagai proses transisi mahasiswa menjadi karyawan. Sehingga adaptasi lebih mudah. Karena dunia pendidikan dengan dunia kerja berbeda. Jadi, diperlukan penyesuaian. Keuntungan bagi perusahaan, tidak mengajari dari awal tentang bagaimana dunia kerja. Tentu ada induction training sebagai bekal awal masuk suatu perusahaan, agar tidak “tersesat” dalam aktifitas kerja . . .hehehe

Apa sih suka dan duka bekerja di bidang SDM?

Suka : banyak bertemu dengan karakter yang berbeda dari setiap orang, dan bisa belajar banyak dari mereka. Yang membahagiakan ketika mampu mengantarkan pada karyawan dan perusahaan pada posisi puncaknya dengan menyediakan kebutuhan karyawan yang sesuai.

Duka : ketika terjadi hubungan industrial, atau mem-PHK seseorang. Namun apa boleh buat demi menyelamatkan perusahaan.

Apa pengalaman paling mengesankan Bapak selama bekerja di bidang SDM?

Ada 2, yaitu: 

  1. saat mampu menjadi bagian solusi perusahaan dan bersama-sama memecahkan persoalan perusahaan sehingga menjadi perusahaan yang lebih baik dari sebelumnya.
  2. Saat ex-subordinate masih menghubungi dan berhasil di bidangnya karena menjadi sumbangsih peningkatan kompetensi yang dimiliki.

Apa karakter yang harus dimiliki oleh orang-orang yang bergelut di bidang HR?

  1. Humble
  2. Supel
  3. Sabar
  4. Menyenangkan
  5. Tegas
  6. Ramah
  7. Berintegritas (paling penting)
  8. Komunikatif
  9. Bisa dipercaya/mampu menjaga rahasia
  10. Pendengar yg baik
  11. Memiliki passion di bidang HR

Apa saran-saran Bapak terhadap teman-teman fresh graduate yang ingin terjun di dunia SDM?

  1. Banyak mendengar dan memperhatikan, pelajari dengan seksama iklim bisnis suatu perusahaan dan budaya suatu perusahaan.
  2. Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan apakah suatu perusahaan itu bagus atau tidak. Pelajari karakter dan pol nya.
  3. Cari mentor yang sesuai dan tepat di kantor Anda, agar dapat mengantarkan Anda pada kesuksesan karir.
  4. Miliki passion di bidang HR, jangan mencari perusahaan hanya karena gaji besar tapi tidak sesuai dengan passion Anda. Itu mungkin akan menyebabkan karir Anda tidak meningkat karena tidak sesuai dengan passion.

 

Categories:   Karir

Comments