Kampusgw.com

Menu

Arsyandi Mulia: Edupreneur Inspiratif dari “Kampung Inggris” Pare

Belajar bahasa Inggris bagi sebagian orang mungkin tidak ada masalah. Karena dewasa ini banyak sekali bahan yang bisa didapatkan secara gratis di internet. Entah berbentuk ebook, video, audio, blog, maupun milis-milis. Bagi yang memiliki uang lebih pun bisa belajar di lembaga kursus ternama.

Namun, kenyataannya tidak seindah demikian. Karena bahasa pada dasarnya berbasis praktek, orang akan lebih cepat menguasai jika terus-menerus mempraktekkannya. Jadi, tidak sekedar jago tata bahasa, akan tetapi harus bisa berbicara, menulis, mendengar, dan membaca.

“Kampung Inggris” di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur  mungkin merupakan salah satu atau satu-satunya kampung yang memiliki berderet lembaga kursus. Setiap harinya, kota kecil ini didatangi ribuan pemuda dari seluruh penjuru Indonesia. Tujuan mereka tentu hanya satu: menguasai bahasa Inggris. Baik dari level terendah hingga terfasih. Baik yang sekedar untuk bisa berbicara hingga menyiapkan IELTS dan TOEFL. Baik yang tujuannya untuk syarat mendapatkan beasiswa sekolah hingga untuk bekerja.

Nah, salah satu edupreneur yang melambungkan nama “Kampung Inggris” Pare ialah Arsyandi Mulia. Bagaimana suka duka beliau mengelola lembaga kursus bahasa Inggris? Apa saja suka dukanya? Dan bagaimana mimpi beliau di masa depan? Berikut ialah nukilan wawancaranya.

 

Siapa nama lengkap Anda?

Arsyandi Mulia.

 

Apa kesibukan Anda saat ini?

Mengamati perkembangan pendidikan Indonesia.

 

Bisa diceritakan latar belakang pendidikan Bapak?

Latar pendidikan saya adalah Ilmu Hukum dan Adminitrasi Negara. Ada pun saya terjun di dunia pendidikan dikarenakan passion saya untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang mandiri, dan mendorong percepatan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

Apa cita-cita Bapak di masa kecil?

Cita-cita saya sewaktu kecil adalah menjadi seorang musisi.

 

Sebenarnya, apa panggilan hidup Bapak?

Mengabdi untuk negara baik secara langsung dan tidak langsung, baik mandiri maupun menjadi stakeholder pemerintah secara langsung.

 

Jika boleh tahu, apa misi hidup Bapak?

Misi saya adalah memberikan sumbangsih yang bermanfaat bagi kehidupan bangsa Indonesia di bidang pertahanan sumber daya manusia, salah satunya pendidikan.

 

Apakah Bapak pernah “mencicipi” bidang lain sebelum fokus di bidang kursus bahasa Inggris?

Di bidang ilmu Hukum dan Administrasi Negara saja.

 

Apa suka duka Bapak selaku praktisi di bidang kursus bahasa Inggris?

Dukanya adalah bahwa ketika berada di bidang tersebut saya harus merelakan kepentingan pribadi, ambisi pribadi, meninggalkan hasrat menjadi praktisi hukum, tinggal selama 5-6 tahun dan melakukan observasi lapangan di desa yang jauh dari hingar-bingar gemerlap kota besar, dan jauh dari akses pusat pemerintahan. Sukanya adalah bertemu dengan banyak pemuda (i) bangsa Indonesia yang berpotensial untuk mengabdi ke Indonesia di masa mendatang.

 

Apa pengalaman paling mengesankan selama ini sebagai profesional di bidang kursus bahasa Inggris?

Yaitu, menyadarkan generasi muda untuk selalu bangkit dan berkarya, memberikan semangat hidup untuk membangun negeri, memberikan kepercayaan diri ke mereka bahwa negara membutuhkan pemuda (i) di mana depan untuk mengisi pembangunan, memberikan support untuk melanjutkan sekolah ke luar negri dengan jalur beasiswa dan kembali ke Indonesia untuk mengabdi.

 

Apa kesibukan Anda selain mengelola TEST English School?

Selain melakukan pengamatan sistem pendidikan masa depan untuk generasi 16 tahun ke 25 tahun (sebagai generasi sumber daya potensial), saya juga aktif melakukan observasi terhadap kurikulum kemandirian dengan melakukan penelitian terapan untuk menciptakan Bisnis Ed-prenuer di setiap wilayah Indonesia dari Aceh Sampai Papua dengan melibatkan warga lokal daerah tersebut untuk membangun sekolah/lembaga/komunitas Bahasa inggris dengan harapan wilayah tersebut dapat berkembang secara sendirinya dengan konsep kami, KOLABORASI. Melihat siswa kami di TEST English School datang dari Sabang sampai Merauke.

 

Dengan melihat usia Bapak sekarang ini, Anda telah mengantongi berbagai prestasi yang membanggakan. Sebenarnya berapa jam rata-rata Anda istirahat (tidur) setiap harinya?

Prestasi saya adalah prestasi alumni saya. Kami hanyalah rumah pendidikan sebagai panggung bagi mereka untuk didik dan akan mendidik kembali ke masyarakat. 4 jam cukup, karena bagi kami lelah adalah mito bangsa Anak Bangsa.

 

Apa kegiatan Anda di waktu luang?

Saya aktif menulis lagu, bermain musik, dan terkadang menulis untuk mengedukasi anak bangsa; Facebook, Linkedin, Youtube.

 

Kalau boleh tahu, apa sebenarnya passion Bapak?

Pendidikan; yaitu ketahanan dan kemandirian sumber daya manusia. Karena saya percaya manusia yang mandiri adalah investasi terbaik bangsa Indonesia ini.

 

Kampung Inggris Pare saat ini ada begitu banyak lembaga kursus bahasa Inggris. Nah, apa sih keunikan, keunggulan dan kekuatan TEST English School dibandingkan dengan lainnya?

Sama saja dengan lembaga lainnya. Namun kami lebih fokus kepada mereka yang berminat untuk melanjutkan pendidikan baik dalam maupun luar negeri dengan jalur beasiswa, bekerja di luar negri, dan melanjutkan kuliah di universitas bergengsi. Sesuai kurikulum yang kami ciptakan dan masih selalu dikembangkan, kami melatih kemandirian siswa dengan menggabungkan sistem: Deschooling dan Gap A Year. Harapannya siswa kami siap berkolaborasi di lapangan nantinya setelah lepas dari tempat kami.

 

TEST telah memiliki alumni yang mendapatkan beasiswa di berbagai negara. Bagaimana hubungan antara TEST dengan para alumninya selama ini? Apakah mereka turut berjasa mempromosikan TEST English School?

Kami terbiasa dengan slogan KOLABORASI.  Kami telah lama meninggalkan paham kompetisi dan rivalitas, jadi wajar saja bentuk apresiasi dari para alumni, stakeholder, dan Satellite Indonesia melakukan informasi pendidikan dengan memperkenalkan TEST English School sebagai salah satu tempat dari mana mereka mendapatkan sumber pengetahuan lain. Ya, ikatan kami sebagai komunitas ini sangat kuat dan mereka sangat berjasa. Bisa dilihat di www.test-pare.com dan facebook.com/testenglishschool.

 

Apa sih program unggulan TEST English School?

Program unggulannya adalah Collaboration dan TEST university 7 bulan.  Selain setelah program selesai siswa wajib membuat prototype penelitian (contoh: produk agriculture – Aquaponic), siswa mendapatkan kesempatan untuk training dan magang di tempat kami. Pengalaman itu penting bagi mereka. Selain itu, kami memberikan kelas khusus untuk melatih mereka mendapatkan beasiswa yang sesuai kebutuhan mereka,  dan alhamdulillah ratusan alumni kami tersebar di 6 benua di dunia baik kerja maupun sekolah.

 

Apa arti kesuksesan bagi Bapak sebagai seorang edupreneur?

Saya mungkin dengan tangan saya sendiri tidak mampu merubah wajah pendidikan Indonesia.  Tapi melalui komunitas (Satellite TEST Indonesia), kami siap mengabdi untuk negara dan bangsa ini.

 

Apa arti kebahagiaan di mata Bapak sebagai seorang edupreneur pembelajaran bahasa Inggris?

Kebahagiaan saya adalah, bahwa Bahasa Inggris adalah bahasa dunia. Oleh karena itu, menciptakan Atmosphere Second Language di Indonesia adalah cara pemuda(i) menatap masa depannya.

 

Apa visi dan mimpi-mimpi TEST English School ke depannya?

Impian saya, TEST English School menjadi sekolah internasional di Indonesia sebagai alternatif bagi pemerintah menciptakan sistem kurikulum berbasis kemandirian. Dan kami nadir untuk bangsa ini.

 

O ya, yang terakhir ini. Mengapa kursus bahasa Inggris di Pare masih direkomendasikan untuk teman-teman dibandingkan kursus di tempat lain? Apa faktor utama teman-teman masih tertarik belajar di Pare?

Karena suasana lingkungan dan atmosfir  yang mendukung, konsentrasi belajar yang fokus, dan mereka datang untuk berhasil. Pare mampu menjawab semuanya selama ini.

 

 

Categories:   Sosok

Comments