Kampusgw.com

Menu

Pesan Lumpia AA Di Sini! Aji Pranaditya: Sukses Membesut Lumpia Semarang AA Khas Yogyakarta

Lumpia merupakan makanan yang lekat dengan Semarang, ibukota Jawa Tengah. Di kota itu kita dengan mudah menemukan makanan yang banyak dipengaruhi budaya Tionghoa tersebut. Rasanya belum bisa dikatakan singgah di Semarang tanpa mencicipi lezatnya Lumpia.

Namun, ternyata tidak harus datang jauh-jauh ke Semarang untuk mencoba gurihnya Lumpia. Kini, makanan tersebut bisa didapatkan dengan mudah hampir di seluruh kota besar di tanah air. Tak terkecuali, Kota Bekasi di Jawa Barat. Salah satunya ialah Lumpia Semarang AA Khas Yogyakarta besutan Aji Pranaditya.

Yang menarik, pemasaran Lumpia Semarang AA tidak hanya berkutat di Jabodetabek. Tapi telah menggurita hingga ke berbagai kota populer di Indonesia berkat sistem Reseller. Bahkan sudah melayani ekspor. Tak mengherankan, Lumpia Semarang AA sudah bukan kelas UMKM lagi. Melainkan sudah masuk kategori industri besar.

Siapa sebenarnya Aji Pranaditya? Bagaimana strategi pemasaran lumpianya? Dan apa pelajaran terbaik bagi para generasi muda dewasa ini? Simak nukilan wawancara Kampusgw.com dengannya di bawah.

 

Siapa nama lengkap Anda?

Aji Pranaditya.

 

Apa kesibukan Anda saat ini?

Saya masih tercatat sebagai karyawan di sebuah bank dengan aset terbesar di tanah air. Di luar itu, saya mengelola beberapa bisnis. Salah satunya Lumpia Semarang AA Khas Yogyakarta.

 

Anda cukup unik. Mengapa tidak fokus saja membesarkan bisnis? Mengapa masih bertahan sebagai karyawan? Padahal omset bisnis Anda sudah luar biasa.
Pertanyaan Anda persis sekali dengan yang pernah dilontarkan oleh >1000 orang. Saya menyukai pekerjaan tetap saya sekarang. Bisnis pun saya jalani karena hobi. Jadi, keduanya berjalan paralel. Lagipula, sudah ada sistem. Jadi, saya bisa “mengawasi” dari jauh.

 

Mengapa memutuskan berbisnis lumpia? Bukan yang lain. Adakah cerita menarik di balik itu?

Pertama, saya gemes karena banyak pebisnis lumpia di luar sana yang belum bisa mengemas dengan baik. Kedua, saya sejak muda ketagihan mengkonsumsi lumpia. Ketiga, ingin menduniakan lumpia. Ketiga faktor itu menyatu menjadi passion dalam membesut bisnis lumpia sejak 12 tahun silam.

 

Sejauh ini bagaimana dengan strategi pemasarannya?

Saya mengandalkan Reseller. Jadi, ada seabrek Reseller di seluruh Indonesia. Itu mengapa kami telah memiliki pabrik sendiri untuk memenuhi permintaan yang makin besar dari waktu ke waktu. Bahkan, kami sudah menembus pasar ekspor.

 

Apa yang membedakan Lumpia Semarang AA Khas Yogyakarta dengan lainnya?
Lumpia ini dibuat dengan cinta. Kami butuh riset yang amat panjang hingga menemukan resep yang pas. Termasuk bagaimana sebisa mungkin dalam satu gigitan orang sudah bisa merasakan lezatnya lumpia ini dengan campuran isinya yang mewah. Jadi, tidak asal memasukkan “isi” lalu sembarang melipatnya. Kami berikan pelatihan khusus bagi karyawan hingga ke Semarang untuk belajar dari yang terbaik.

 

Bapak juga dikenal sebagai Trainer. Bisa diceritakan lebih jauh?

Benar. Beberapa tahun terakhir saya dipercaya sebagai Trainer untuk beragam topik. Seperti penjualan, pemasaran, pra-pensiun, hingga kewirausahaan. Karena saya senang berbagi ilmu dan pengalaman. Klien saya beragam mulai dari BUMN, BUMD, UMKM hingga perusahaan swasta dan perguruan tinggi.

 

Sejak kapan Anda mulai berbisnis?

Sejak saya duduk di bangku sekolah. Berjualan beragam produk. Di masa kuliah saya pun punya pekerjaan sampingan, termasuk menjadi supir taksi dan bisnis tambal ban. Memasuki masa kerja, saya memasuki beragam bisnis. Lumpia Khas Semarang AA  Khas Yogyakarta hanya merupakan satu di antara bisnis yang saya dan isteri miliki.

 

Apa kesibukan Anda di waktu luang? 

Berkumpul dengan keluarga. Juga olahraga seperti renang, lari, tenis meja dan bulu tangkis. Sesekali saya juga menikmati yoga.

 

Rata-rata berapa jam Anda menghabiskan waktu untuk tidur setiap harinya?

Dulu di masa muda bisa tidak menentu, bahkan sering begadang. Belakangan rutin sekitar 6 jam perhari.

 

Anda dikenal memiliki banyak relasi dari beragam latar belakang. Apa sih resep untuk membangun dan mengembangan jaringan?

Sederhana kok. Sebisa mungkin saya bisa membantu mereka dengan keterampilan dan hobi yang saya miliki. Paling penting, saya bisa menempatkan diri di posisi mereka. Jadi, bisa “memasuki” dunia mereka tanpa menghilangkan diri saya yang otentik.

 

Apa prinsip Anda dalam membangun jejaring?

Sederhana saja. Prinsip saya adalah moto “persahabatan adalah kasih sayang indah yang akan terdengar sampai di manapun jua.”

 

Apa mimpi Anda untuk Lumpia Semarang AA Khas Yogyakarta ke depannya?

Banyak sih. Ekpansi lebih banyak lagi ke seluruh kota di Indonesia dengan sistem reseller, terus meningkatkan kualitas layanan, menciptakan inovasi baru, dan makin memperkerjakan lebih banyak orang. Yang pasti, semoga keberhasilan Lumpia Semarang AA Khas Yogyakarta menjadi inspirasi bagi para pebisnis lain untuk mengangkat derajat makanan khas tradisional.

 

Categories:   Sosok

Comments