Kampusgw.com

Menu

#AkuBidikmisi: Bidikmisi Mengantarkanku Ke Luar Negeri

Bismillahirrahmanirrahim,

Aku mengawali tulisan ini dengan tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah SWT, atas nikmat-Nya yang tak terhingga. Terutama nikmat rizki dan kesempatan yang diberikan oleh-Nya hingga kini aku dapat menyandang status sebagai Mahasiswa.

Seperti kebanyakan siswa SMA, menjadi mahasiswa adalah impianku beberapa tahun lalu. Sebuah impian yang nampaknya sederhana bagi beberapa kalangan. Namun tidak bagiku pada waktu itu.

Perkenalkan aku Suci Faniandari atau akrab dipanggil Suci / Cici.  Rumahku berada di dusun Danan, Sendangagung, Giriwoyo, Wonogiri. Sebuah daerah di tepi selatan provinsi Jawa Tengah perbatasan dengan Jawa Timur. Aku berasal dari keluarga sederhana, kedua orang tua aku bekerja sebagai pedagang hasil bumi.

Aku memiliki keinginan yang besar untuk dapat melanjutkan studi dari SMA. Namun mengingat biaya kuliah yang tidak sedikit, seringkali aku berpikir dua kali untuk mengikuti keinginanku tersebut. Namun waktu itu ada kabar baik yang menghampiriku. Ada kegiatan sosialisasi Bidikmisi oleh kakak tingkat yang mendapatkan beasiswa tersebut untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Melalui kegiatan tersebut, aku mengetahui apa itu beasiswa Bidikmisi, dan semangat juangku pun mulai tumbuh. Aku sering berkonsultasi dengan guru Bimbingan Konseling di sekolah tempatku belajar, SMA Negeri 1 Baturetno. Akhirnya aku memutuskan untuk mendaftar.

Namun dalam perjalanan, ternyata mendaftar beasiswa tersebut tidaklah mudah. Ada banyak surat yang harus ku penuhi. Masih teringat jelas dalam ingatanku ketika waktu itu, hari sudah petang, namun aku dan ayahku harus pergi ke kantor kepala desa untuk mencari Surat Pengantar dari Desa untuk mendaftar beasiswa ini. Namun karena kantor sudah tutup, kami pun harus pergi ke rumah sekretaris Kades untuk membuatkan suratnya. Pada waktu itu pun akses internet juga tak semudah saat ini. Aku dan teman-teman yang lain pun juga harus bolak-balik ke warnet (warung internet) untuk upload persyaratan kami. Atas izin Allah dan bantuan dari bapak ibu guru, aku pun akhirnya terdaftar sebagai calon penerima beasiswa Bidikmisi.

 

Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Setelah aku terdaftar sebagai calon penerima beasiswa Bidikmisi, aku pun melanjutkan mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru PTN. Ketika SNMPTN, aku memilih prodi Pendidikan Matematika Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai pilihan pertama, Pendidikan Fisika UNS sebagai pilihan kedua, dan Pendidikan Matematika UNNES sebagai pilihan ketiga. Namun, pada saat itu, Allah masih berkehendak lain. Mungkin ini ujian keseriusanku untuk melanjutkan kuliah. Karena aku dinyatakan TIDAK LOLOS SNMPTN. Akhirnya aku megikuti jalur kedua yaitu SBMPTN, namun entah mengapa, ada dorongan lain yang membuatku mengubah pilihan prodiku. Aku memilih Pendidikan Fisika UNS sebagai pilihan pertamaku. Dengan modal tekad dan niat, aku mengikuti seleksi tersebut.

Singkat cerita hari yang ditunggu pun datang, saat pengumuman SBMPTN. Dengan harap-harap cemas aku pun membuka hasil ujianku, dan ALHAMDULILLAH LOLOS! Aku  diterima di program studi Pendidikan Fisika UNS.

 

Menjadi Mahasiswa

Setelah pengumuman SBMPTN, aku pun mengikuti daftar ulang dan rangkaian acara OSMARU. Satu bulan dua bulan, pengumuman Beasiswa Bidikmisi yang ditunggu-tunggu belumlah muncul. Aku pun sudah harap-harap cemas, akankah aku bisa mendapatkan beasiswa tersebut atau tidak. Pada bulan ketiga, angin segar nampaknya mulai bertiup. Ada kabar yang beredar tentang pengumuman penerima beasiswa Bidikmisi, dan benar, pada bulan ketiga (sekitar bulan Oktober 2014) pengumuman yang ditunggu-tunggu itu pun muncul.  Namaku tercantum dalam SK Rektor mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi 2014. Alhamdulillah, lagi-lagi nikmat Allah yang tak terhingga datang padaku.

Keresahan dan kerisauanku selama ini akan takut tidak bisa melanjutkan kuliah terjawab sudah. Aku bisa merasakan bangku kuliah. Tekadku saat ini adalah tidak akan menghabiskan waktuku di bangku kuliah ini dengan sia-sia. Aku harus mengembalikan apa yang telah diberikan negara untukku.

Aku pernah mengikuti beberapa organisasi di kampus selama 5 semester terakhir, seperti Himpunan Mahasiswa Prodi sebagai Staf Kajian Ilmiah dan Pendidikan, kemudian BEM UNS 2016 sebagai Staf Sekretaris Kabinet, menjadi Volunteer 1000 Guru Solo serta Solo Mengajar. Aku memang memiliki ketertarikan di bidang pendidikan. Oleh sebab itu, aku sering mengikuti kegiatan yang berbau pendidikan. Pedoman bagiku adalah, jika saat ini aku belum bisa berbagi dengan harta kepada yang membutuhkan, setidaknya aku punya tenaga untuk membantu mereka yang membutuhkan. Selain itu, aku juga sangat menyukai anak-anak. Oleh karena itu, aku sering bergabung di dunia per-volunteer-an (kesukarelawanan).

Di luar kegiatan organisasi, aku juga mencoba peruntungan di bidang menulis makalah serta mengikuti olimpiade sains. Namun hingga saat ini aku belum beruntung di bidang tersebut. Terakhir aku menjadi pemakalah dalam Seminar Nasional Pendidikan IPA di Universitas Negeri Malang, dengan mengangkat tema Pendidikan pula.

Selain kegiatan kampus, aku juga mempunyai kegiatan sampingan untuk menambah uang saku, yaitu mengajar les privat. Sejak semester 3, aku sudah mulai mengajar di Bimbel. Dalam satu minggu biasanya aku mengajar 4x pertemuan. Aku juga menjadi asisten dosen pada semester 5 kemarin dalam mata kuliah Fisika Matematika. Ya, itu semua ku lakukan atas dasar kesenanganku pada bidang pendidikan dan juga untuk meringankan beban orang tua, agar mereka tak perlu membiayai biaya hidupku selama kuliah. Dan alhamdulillah, dengan uang saku bidikmisi sebesar Rp.600.000 setiap bulan dan ditambah hasil mengajar les serta menjadi asisten dosen itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhanku sehari-hari tanpa meminta kepada orang tua.

 

Nikmat Terbesar dari-Nya

Tak putus akal, aku pun selalu memanfaatkan setiap celah di mana aku bisa mengembangkan diriku menjadi lebih bermanfaat untuk orang lain. Aku mengikuti berbagai seminar, workshop, hingga mendaftar berbagai macam perlombaan untuk mahasiswa. Namun akhirnya pada tahun lalu aku terfokus pada satu tujuan yaitu mimpi untuk mengikuti pertukaran pelajar. Aku telah mencari berbagai informasi mengenai pertukaran mahasiswa baik di dalam maupun di luar negeri, sampai akhirnya aku mendapatkan informasi dari prodi jika akan diadakan seleksi untuk program SEA-Teacher SEAMEO Exchange Program. Pihak prodi juga memberitahukan bahwa program ini akan dibiayai full oleh kampus. Ini merupakan momen yang ku tunggu-tunggu.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, aku pun segera mendaftar dan mengerahkan seluruh kemampuanku untuk mengikuti seleksi, tahap demi tahap, mulai dari seleksi tingkat prodi hingga fakultas. Seleksi diadakan berdasarkan indeks prestasi dan tes kemampuan bahasa Inggris. Jujur aku sempat tidak percaya diri, karena aku hanya belajar bahasa Inggris secara otodidak, tanpa mengikuti kursus maupun program lain. Namun aku yakin, apa yang telah menjadi rejekiku tak akan pernah tertukar dengan orang lain. Begitupun apa yang telah menjadi rejeki orang lain tidak akan pernah menghampiriku.

Bukti kuasa-Nya memang begitu nyata, atas izin Allah saat ini aku berada di sebuah negara kepulauan yang sangat indah, yaitu Filipina. Pada 14 Januari 2017, aku diutus oleh kampus untuk mengikuti kegiatan pertukaran mahasiswa dalam rangka SEA-Teacher SEAMEO Preservice Student Teacher Exchange Program, dan aku satu-satunya mahasiswa dari UNS yang ditempatkan di Filipina, karena 8 mahasiswa lain ditempatkan di Thailand. Aku saat ini berada di Saint Louis University, Baguio, Filipina, kampus terbesar di pulau Luzon.  Di sini aku melaksanakan praktik mengajar selama satu bulan dan kembali ke Indonesia pada 11 Februari 2017. Ini merupakan kado terindah dari kampus, di mana aku bisa merasakan pertambahan usiaku yang ke 20 tahun pada 17 Januari 2017 kemarin di luar negeri.

Sungguhlah, nikmat Allah memang begitu dekat. Tidak ada mimpi yang terlampau sulit untuk diwujudkan selagi masih ada niat, usaha, dan doa. Terimakasih Bidikmisi yang telah membantuku mencapai satu demi satu mimpi-mimpiku. Percayalah adik-adik, tekad dan restu dari orang tua kalian mampu mengalahkan segala keterbatasan yang ada. Meskipun kalian menemui satu pintu yang tertutup, selalu ada pintu-pintu lain yang akan terbuka apabila, apabila kalian mau terus berjalan.

#AkuBidikmisi

#SalamMahasiswaBidikmisi

Categories:   Sosok

Comments