Kampusgw.com

Menu

Anaz Almansour: Dari Aceh Melenggang Sebagai “Dokter Kepribadian” Nasional

Belakangan ini profesi Trainer (dan Motivator) nampaknya makin populer saja. Pasalnya, memang menawarkan berbagai keuntungan yang berlipat-lipat. Selain mampu menjadi inspirasi bagi banyak orang, profesi ini memungkinkan mereka untuk menjadi public figure yang berkelas. Tak mengherankan, kini semakin banyak bermunculan pelatihan atau kursus khusus menjadi Trainer dan Motivator.

Namun, untuk menjadi Trainer dan Motivator yang “berkelas” tidaklah mudah. Karena orang-orang membutuhkan bukti dulu, bukan hanya retorika. Artinya, orang akan “terhipnotis” jika mereka walk the talk. Orang akan mengelu-elukan mereka jika tidak hanya jago ngomong, tapi sudah lebih dulu melakukannya.

Nah, kali ini Kampusgw.com beruntung sekali. Pasalnya bisa mewawancarai seorang Trainer dan Motivator keren. Namanya Bapak Anaz Almansour, pria berdarah Aceh yang sukses mengorbitkan dirinya di belantika industri motivasi, edukasi, dan inspirasi.

Apa yang membuat Mr. Anaz keren? Ya, ia tidak hanya jago ngomong. Tapi memang dari awal sudah menjadi praktisi. Menjadi pengusaha yang jatuh bangun usahanya menjadi inspirasi untuk kita semua. O ya, beliau juga dikenal sebagai “Dokter Kepribadian” yang multitalenta. Seperti apa sih “drama” petualangan karirnya? Kita simak nukilan wawancara berikut ini.

 

Siapa nama lengkap Bapak?

Anas Zulham Almansour dan nama di media adalah Anaz Almansour.

 

Apa kesibukan Bapak sehari-hari?

Saya sekarang fokus di dunia motivasi yang telah lama saya temukan melalui jatuh bangun dalam bisnis, dan akhirnya saya menemukan passion sebagai motivator.

 

Bisa diceritakan latar belakang pendidikan Bapak?

Saya lulusan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang jurusan ekonomi manajemen, lalu meneruskan di International Trade Institute of Singapore (ITIS) Singapura jurusan Trading international.

 

Apakah cita-cita Bapak di masa kecil?

Waktu kecil dulu saya orangnya biasa-biasa saja, bahkan untuk maju ke depan di kelas pun saya pemalu terkadang malah takut.  Cita cita waktu itu ingin jadi dokter, tapi malah pengalaman yang paling lucu sewaktu di Taman Kanak Kanak, yang biasanya diadakan karnaval padahal pengen banget jadi dokter….ehh malah saya diminta memakai pakaian haji dan jadi pak haji…dan saya sampai nangis karena keinginannya nggak tercapai.

 

Sebenarnya, apa panggilan hidup Bapak?

Saya terlahir dari keluarga pengusaha dan memang dididik selalu jadi pengusaha. Makanya sudah ter-mindset sejak kecil.  Dibiasakan dengan selalu berusaha sendiri, dan cita-cita menjadi dokter akhirnya kandas karena seiring berjalannya waktu saya total menjadi pengusaha. Bahkan sejak kuliah saya sudah mencari uang tambahan sendiri dengan menjadi Event Organizer. Hampir setiap minggu mengadakan konser musik untuk mencari uang tambahan pada waktu itu. Maka dalam hidup saya sejak kuliah, saya nggak ada keinginan jadi pegawai, dalam pikiran dan otak saya ya jadi pengusaha hebat.

Begitu selesai kuliah, maka saya langsung action memulai usaha. Berbagai usaha sudah saya lakukan, jatuh bangun saya alami dalam membangun perusahaan, dan pada akhirnya waktu itu saya suka dengan dunia motivasi dan masuk ke organisasi HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Aceh karena sebagai pengusaha muda sering menjadi nara sumber seminar entrepreunership. Dalam setiap seminar, saya selalu menceritakan kegagalan dalam berbisnis dan saya maksud memberikan edukasi pada generasi muda yang akan membangun bisnis untuk berhati-hati, atau dengan kata lain saya memberikan rambu-rambu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan dalam membangun bisnis. Dalam hati saya, kegagalan saja bisa kita jual dengan seminar.

Seiring berjalannya waktu, jiwa sebagai trainer atau motivator lama-lama menjadi soulmate dengan diri saya. Akhirnya ini yang paling sesuai dengan passion dalam hidup saya. Sehingga ada rasa kebahagiaan dan senang selalu belajar dan belajar setiap hari,  mengasah kemampuan serta pengetahuan di dunia motivasi. Apalagi kalau selesai mengisi acara dan pesertanya tersengat semangatnya.  Lalu memotivasi hidup para peserta, rasanya aura kegembiraan itu menyatu dengan diri saya.

Sehingga panggilan dalam hidup saya sekarang adalah memberikan atau sharing edukasi untuk memberikan semangat kepada orang-orang. Jadi, kebahagian yang paling saya rasakan dalam hidup ya itu, membuat orang semangat, selalu memberikan motivasi, dan senang membantu jika ada masalah dengan memberikan motivasi. Apalagi jika mereka bisa keluar dari masalah, rasanya ada perasaan senang dan bahagia seperti yang mereka rasakan.

Saya biasa berbuat untuk diri sendiri dan juga orang lain, seperti dalam hadits yang mengatakan “sebaikbaik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”. Atas dasar inpirasi itu saya sekarang menjalani profesi sebagai Motivator.

 

Jika boleh tahu, apa misi hidup Bapak?

Saya suka dengan tantangan dan suka membantu orang-orang yang membutuhkan. Sehingga sebagai pengusaha dan juga motivator, saya membawa misi menjadikan saya kaya raya terlebih dahulu, lalu mendirikan yayasan sosial yang bisa membantu siapapun yang memerlukan bantuan.

Dan sebagai motivator, saya menginginkan untuk mencetak para motivator baru bagi generasi muda, menularkan semangat sebagai pengusaha dan juga merubah mindset generasi muda agar menjadi entrepreneur. Sehingga, generasi muda fokus sebagai pengusaha. Dalam seminar saya yaitu Revolutioner Mind di mana saya kupas merubah cara berpikir dengan revolusioner menjadi pengusaha yang kaya raya, dan juga dermawan, memiliki jiwa sosial yang tinggi serta menjadi pribadi yang tangguh, serta beretika tinggi. Membangun generasi muda berkarakter sukses, berani melakukan gebrakan dan loncatan yang luar biasa.

 

Apakah Bapak pernah “mencicipi” bidang lain sebelum fokus di bidang pelatihan?

Latar belakang saya adalah pengusaha. Saya akan bercerita dari awal sampai kondisi sekarang.

Semenjak kuliah, saya memang sudah memutuskan masa depan untuk menjadi pengusaha. Saya pun mulai merintis dengan bisnis event organizer. Usai kuliah usaha EO  saya tinggalkan karena harus pulang kampung ke Aceh. Nah, perjalanan karir saya dimulai di sini.

Saya sempat membuka usaha dengan berjualan bakso. Sayangnya, usaha itu hanya berjalan sekitar satu tahun. Lalu kembali mencari bisnis baru dengan mendalami bisnis kontraktor. Selain itu, saya pun membuka café di kota Medan. Lagi-lagi usaha di bidang makanan ini kembali bangkrut. Tetapi kontraktor tetap saya jalankan.

Sambil menggeluti kontraktor, saya kembali membuka usaha lainnya. Kali ini  memilih usaha di bidang ISP (Internet Service Provider), tapi bisnis ini kembali kandas dan harus ditutup. Namun, saya rupanya belum menyerah untuk membuka lapak baru. Saya pun mencoba usaha impor semen dari Malaysia. Lagi-lagi bisnis ini tak bertahan lama dan harus gulung tikar kembali.

Setelah itu, saya mulai membuka usaha di bidang travel. Usaha inilah yang membuat saya maju dan terus berkembang. Menurut saya, travel merupakan usaha yang sangat fleksibel. Kendati demikian, tetap harus memiliki skill dan kemampuan dalam mengelola dan mengembangkannya.

Sukses di bisnis travel, rupanya membuat saya ingin kembali membuka bisnis baru. Saya pun membuat beberapa usaha baru seperti furniture, asuransi, agen oli, serta menjadi pengusaha emas. Juga perusahaan bergerak di bidang pertambangan. Dan perusahaan yang bergerak khusus di Seminar, Training, Workshop serta Pengembangan Kepribadian yaitu AnZ Personality POWER.

Menurut saya, peluang yang ada dan dapat menghasilkan tak boleh disia-siakan. Selama masih bisa dijalankan dan memberi keuntungan, tak ada salahnya untuk membuka usaha baru.

Saya juga memberikan tips, untuk membuat usaha menjadi besar, jaringan pertemanan harus diperbanyak sebagai link untuk melakukan usaha. Selain itu, kerja keras dan kemauan yang kuat juga menjadi modal utama agar bisa menjadi sukses dalam berusaha.

 

Apa suka duka selaku profesional di bidang pelatihan?

Karena jalan ini sudah saya ambil dengan segala resikonya, yang pasti  passion saya ada di dunia motivasi. Sehingga, profesi ini banyak senangnya.

Saya selalu menambah teman dan saudara di manapun mengisi seminar. Setiap daerah yang saya kunjungi pasti selalu menambah teman, apalagi kalau ada klien yang memiliki masalah, dengan senang hati saya bantu untuk menyelesaikannya. Apabila masalah bisa terselesaikan, maka rasa bahagia terpancar dari aura saya, sehingga menambah akrab persaudaraan.

Keliling Indonesia gratis, menginap hotel gratis dan dapat uang lagi he he he.  Sehingga jalan-jalan dan berbicara malah dapat duit, makanya dunia motivator ini sangat mengasyikkan. Tapi untuk bisa sampai pada taraf profesional harus membangun dengan komitmen dan fokus, sehingga kita jadi motivator yang profesional.

Jadi, profesi ini sangat menggembirakan. Selalu mendapatkan banyak pengalaman yang baru dan sangat berharga, saling bertukar pikiran dan menambah ilmu pengetahuan.

Dan yang paling luar biasa adalah di saat saya dikontrak oleh AUSAID mengisi seminar dengan salary patokan Dolar. Saya mengisi sekitar 6 jam training tentang Mindset Biggest Secret yaitu 20 juta. Bahkan 2 jam bicara kita dapat salary 5 juta.  Tapi terkadang kalau teman-teman yang meminta mengisi mereka, minta diskon he he he terkadang sebagai “harga pertemanan”.

Dan yang paling berbahagia yaitu kita bisa sedekah ilmu ke yayasan yatim piatu, semua free. Rasanya begitu bahagia, di mana kita memberikan sesi motivasi kepada mereka.  Di akhir sesi biasanya saya menutup dengan sesi perenungan atau intropeksi diri sampai mereka menangis sedih banget. Tapi akhirnya mereka merasa plonggg..karena melepaskan semua beban emosi negatif.

Dukanya memang jadwal kadang padat sekali. Bahkan tidak ada hari libur, karena malah terbanyak di hari Sabtu dan Minggu pelatihannya. Saking begitu padatnya, terkadang sampai lupa dengan hari apa ini he he he, jadwal begitu berurutan secara terus menerus. Tapi waktu di awal-awal kita membangun brand memang banyak tantangan. Terkadang kita hanya dihargai mengisi seminar 2 jam hanya 500 ribu, terkadang 1 juta. Bahkan pernah hanya dibayar sekali pergi tiket pesawat dengan alasan panitia rugi. Semua kita jalani dengan ikhlas dan selalu bersyukur, karena hidup pasti ada gejolaknya dalam perjalanan, tinggal diri kita yang mengatur ritmenya, menikmati atau meratapi.

 

Apa pengalaman paling mengesankan sejauh ini sebagai seorang trainer dan motivator?

Selalu jadi sentral perhatian, dalam setiap seminar, sebagai public figure. Setiap selesai seminar, banyak peserta meminta solusi atau bertukar pikiran, meminta nasehat, dan bila dapat membuat mereka bahagia rasanya kebahagian ada.  Diri kita itu luar biasa aura energi positifnya karenanya.

Dan kita selalu dituntut untuk selalu belajar dan belajar, minimal setengah jam atau satu jam kita selalu mempelajari atau membaca yang berhubungan dengan profesi kita. Bagi saya ini sangat mengesankan.

Terus belajar atau ikut seminar ke suhu atau guru yang memiliki ilmu, seperti Guz Reza yang menemukan Maha Languistic Programe atau MLP pengembangan dari NLP Neuro Languistic Program. Karena ini penemuan baru sehingga kita juga harus belajar dengan Guz Reza. Ini juga hal sangat menarik untuk dipelajari karena hal baru.

Dan kalau mengisi seminar ke daerah yang agak jauh dan nggak ada airpotnya, ini sangat mengesankan.  Karena merupakan pengalaman dalam perjalanan yang jauh dan capek. Tapi begitu sudah mengisi acara seminar dan sukses rasanya bahagia terpancar dari diri kita, sehingga rasa capek terbayar tuntas dengan berhasil memotivasi peserta seminar.

 

Apa saja kesibukan Bapak selain di dunia pelatihan? Apakah juga aktif di bidang lain?

Saya seorang Golfer atau pecinta golf karena permainan ini sesuai dengan jiwa Motivator. Permainan golf itu melawan diri sendiri. Di saat memainkan golf yang wajib dimiliki oleh golfer adalah mental psikologis ketenangan dan manajemen pikiran serta mengatur strategi waktu. Di saat kondisi labil jika memainkan golf maka akan jadi amburadul karena nggak sinkron antara pikiran dan jiwa.  Di sini letak melawan diri sendiri yaitu dengan bisa mengalahkan emosi. Apapun kondisi kita, belajar tetap tenang karena itu kunci kemenangan diri.

Golf is the art self management. Dan saya aktif sebagai pengurus Persatuan Golf Indonesia (PGI) juga di klub yaitu Sun Golf Club serta Seulawah Golf Club. Selain itu, saya juga seorang pengusaha di bidang:

  • Franchise dan Online Coffee (PT Evolution Coffee Bersinar)
  • Tour Planer (PT BALLROSE Holiday )
  • Furniture Jepara Shop di Medan (Classic Jepara)
  • Serambi Agro Lestari (perkebunan sawit)
  • PT Karya Prima Mandiri Sejahtera (pertambangan dan Trading)

 

Dengan melihat usia Bapak sekarang ini, Anda telah mengantongi berbagai prestasi yang membanggakan. Sebenarnya berapa jam rata-rata Anda istirahat (tidur) setiap harinya?

Untuk mencapai kesuksesan, hal yang perlu kita perhatikan adalah cara mengatur waktu dan seimbang antara dunia dan akhirat. Apabila saya ada pekerjaan yang harus diselesaikan, maka rata-rata saya tidur hanya 4 jam. Apalagi ada deadline membuat proposal atau buku yang harus diselesaikan, maka tanpa ditunda-tunda harus saya selesaikan saat itu juga.

Bahkan saya punya klien salah satu perusahaan Training Provider, jika meminta proposal maka selalu jam tengah malam saya selesaikan hari itu juga. Di jam sore mereka telpon, malam saya kerjakan sambil menyelesaikan pekerjaan lain, dan tengah malam saya kirim email proposal tersebut. Terkadang tersenyum jika besok paginya mereka menerima email saya selalu tengah malam.

Tengah malam akan indah kita isi dengan sholat tahajud setelah tidur sebentar. Ini waktu yang paling indah dalam hidup, bisa berkomunikasi dengan Allah, curhat dengan  sang Khalik yang menajdi diri kita nyaman dan bahagia rasanya. Hidup itu sebenarnya mudah, tinggal kita meminta dan curhat dengan sang Khalik insyaAllah semua beres, jadi nggak ada masalah yang jadi masalah.

Pagi-pagi sudah harus bangun sholat subuh berjamaah, setelah itu siap-siap untuk mengisi acara seminar. Terasa fresh dan nyaman indah hidup ini jika seimbang antara dunia dan akhirat.

 

Apa kegiatan Anda di waktu luang?

Jika waktu luang saya lebih suka traveling keluar negeri atau dalam negeri dengan keluarga, dan saya hobi ngopi Arabica. Khususnya dari  kopi Aceh Gayo yang terkenal enak. Di samping itu saya juga hobi Suiseki (Suiseki dari bahasa Jepang yang bearti Sui = batu dan Seki= air mengalir yaitu batu yang terbentuk secara alami ), saya kadang berburu ke sungai-sungai yang menantang untuk mencari suiseki. Dan jika waktu masih luang lagi, saya dengan temen-teman main golf bersama.

 

Kalau boleh tahu, apa sebenarnya passion Bapak?

Seperti yang saya katakan  dari awal, passion di dunia motivasi dan memang saya berawal dari pengusaha. Tapi, di dunia motivasi ini saya menemukan passion dan soulmate bahwa memberikan motivasi itu menyenangkan, menggairahkan jiwa dan juga menggelorakan seluruh tubuh serta pikiran untuk bisa memompa semangat untuk bisa sukses dalam hidup. Motto saya adalah motivasi sampai mati bermanfaat untuk negeri.

 

Menurut Bapak, seorang trainer dan motivator yang baik itu seperti apa?

Mampu selalu memberikan inspirasi pada orang lain, memberikan contoh kebaikan dan contoh pribadi yang bijaksana, sehingga diri kita merupakan Role Model bagi siapapun dalam arti yang positif. Motivator selalu memperlihatkan attitude yang high quality, karena attitude dan personality atau kepribadian harus benar-benar mampu sebagai contoh bagi semua orang. Mampu menguasai keadaan dalam hal apapun karena motivator itu identik dengan bijaksana, pribadi santun dan selalu menggairahkan yang terpancar dari dirinya.

 

Anda dengar-dengar pernah menerbitkan buku ya. Bisa diberitahu kepada adik-adik mengenai buku tersebut?

Buku saya mengupas tentang psikologis seseorang yang berkorelasi dengan kesuksesan dengan judul “Zero Emotion High Performance”. Ini cuplikan sinopsisnya ya.

Dalam diri setiap manusia pasti memiliki tingkat emosional yang berbeda, dan ini akan mempengaruhi tingkat kinerja seseorang, baik dalam pengambilan keputusan ataupun dan menghadapi berbagai masalah yang menerpa di dalam kehidupan ini. Dan ternyata sikap kepribadian ini akan berdampak pada keberhasilan seseorang. Perbedaan yang sangat jauh jika seseorang yang memiliki sikap tenang serta bijaksana dalam hal apapun akan lebih mudah mencapai keberhasilan, dibandingkan sikap mental pribadi yang ragu ragu, terburuburu dan selalu kalah oleh keadaan lalu menyerah. Atau dengan kata lain dominan dalam panic syndrom, sangat rentan kadar emosinya atau tidak stabil.

Sikap tersebut hanya dimiliki oleh orang yang memiliki ketenangan pikiran dan jiwanya, sehingga akan mempengaruhi emosinya dalam melakukan sesuatu, termasuk dalam memotvasi dirinya jika gagal, mengelola emosinya juga tindakan apa yang diambilnya jika mengalami sesuatu yang tidak diharapkan dalam menghadapi hidup. Sikap kepribadian ini akan terbentuk dengan sendirinya jika seseorang secara konsisten melakukan semua atas dasar memahami makna hidup, sehingga lahirlah 3 karakter kepribadian yang berbeda, yaitu low personality, middle personality dan high personality.

Lalu di posisi mana diri kita?

Inilah yang akan mempengaruhi mental dam emosi dalam mencapai kesuksesan, semua itu akan berkorelasi antara emosi dan performance seseorang. Low personality berkaitan dengan sikap mental yang mudah dikalahkan oleh keadaan, kurang memiliki kekuatan bertanding dalam hidup dan mudah menyerah. Lalu middle personality adalah posisi seseorang yang masih 50:50 tergantung dengan siapa dan di mana dia berdiri, terkadang semangat berapiapi terkadang menyerah lalu kurang yakin. Dan sikap pribadi high personality ini lahir dari tempaan berbagai masalah, ataupun memang sudah membangun karakter dari dulu untuk siap dan selalu tenang dalam menghadapi persoalaan apapun dalam hidup ini.

Lalu bagaimana kita bisa mengelola ini semua untuk supaya bisa berhasil dalam menghadapi dan menjalan hidup ini? Yaitu memahami siapa diri kita terlebih dahulu, di mana kekuatan dan kelemahan diri ini.

Kemudian di mana letak hati dan pikiran kita?

Apakah hati ini memiliki mental yang baik, selalu positive thinking atau selalu negative thinking sehingga perlu diterapi berpikir positif? Maka kecerdasan pikiran, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual juga akan memberikan dampak pada diri kita, siapa kita, bagaimana kita dan mampukah menaklukkan yang negatif menjadi positif?

Nah ini semua berkorelasi dengan kematangan jiwa seseorang menuju zero emotion high performance, dan untuk meraihnya juga harus selalu diprogram pikiran dan jiwa sehingga menjadi lahir manusia unggul yang memiliki etos yang tangguh. Itu diperlukan penyelarasan antara hati, pikiran, jiwa serta emosi yang ada di diri kita, apa kita bisa tetap dengan ketenangan yang tinggi jika diuji dengan berbagai masalah, atau bahkan malah frustasi sehingga tidak ada kesabaran untuk menghadapi ini semua?

Di sinilah perlunya seseorang selalu memiliki rencana hidup, tujuan hidup, makna hidup yang sudah harus ditentukan jauh hari serta diprogramnya. Seseorang yang bisa dan mampu melawan ini semua dengan tetap sabar dan tenang maka akan bisa dipastikan bisa mencapai titik kesuksesan, dan itu merupakan deposit sukses seseorang, yaitu memiliki sikap yang tangguh, yakin, mental kuat dan bisa berkompromi dengan apapun dalam segala kejadian apapun selalu bisa menghadapinya.

Sehingga mau tidak mau manajemen diri wajib dipunyai oleh kita jika mau berhasil dalam hal apapun, termasuk mengelola kegagalan dan mengelola dalam hal apapun. Dan ini juga akan mempengaruhi tindakan antara orang yang memiliki manajemen dan yang tidak memiliki manajemen diri, impact serta performncenya akan berbeda.

Pengendalian diri juga akan berkorelasi dengan manajemen hati dan pikiran, dan pengaruhnya akan terlihat dari mentalnya apakah dia labil, stabil atau sudah memiliki kematangan jiwa. Semua akan berdampak dengan performance. Lalu kebiasaan ini semua akan membentuk karakter seseorang apakah bermental pemenang atau pecundang. Inilah yang diperlukan dalam sikap kita jika menginginkan memiliki kemampuan dalam menghadapi kehidupan.

 

Apa motivasi Bapak menulis buku?

Buku saya mengupas tentang peran psikologis. Ini berdasarkan  pengalaman hidup yang nyata, dan sangat bermenfaat jika kita berbagi pengalaman itu kepada orang lain, supaya yang membaca buku bisa merasakan pengalaman yang bisa dijadikan patokan dalam melangkah di kehidupan, apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, sehingga saya tergerak untuk membuat buku. Semoga buku Zero Emotion High Performance bisa sebagai Guide dalam kehidupan dan bisa diterapkan untuk mencapai keberhasilan.

 

Apa karakter yang harus dimiliki oleh seorang trainer dan motivator menurut Bapak?

Karakter tangguh, pantang menyerah, smart serta bisa selalu beradaptasi di manapun, selalu mau belajar dan menerima masukan dari siapapun, mampu mencetak motivator lainnya dengan semakin banyak motivator maka semakin berguna dalam hidup ini. Dan yang paling penting adalah berkarakter bijaksana, berpikir positif bisa jadi contoh bagi siapapun.

 

Apa arti kesuksesan bagi Bapak sebagai seorang trainer dan motivator?

Sukses itu harus memiliki parameter atau ukuran, karena setiap orang suksesnya akan selalu berbeda. Maka di sini diperlukan parameter kesuksesan. Jika saya bertemu dengan seorang tukang becak maka sukses baginya adalah mampu membawa uang setiap hari dan cukup makan bagi keluarganya dan akan sangat luar biasa jika mampu membeli sepeda motor, anaknya bisa sekolah, itu baginya sudah sukses luar biasa.

Jika kita bertemu dengan pengusaha maka dia mengatakan sukses jika sudah mampu memiliki perusahaan yang bisa ekpansi ke luar negeri, memiliki segala hal dan perusahaanya bisa masuk di bursa efek, itu sukses buatnya.

Sukses bagi para motivator adalah mempunyai buku, selalu dijadikan trend setter motivasi, mengisi acara di televisi program motivasi, dan mampu membuat selalu berhasil di setiap seminarnya. Mampu memberikan kontribusi bagi dirinya keluarga dan orang lain. Jadi, sukses itu harus ada parameter atau ukuran bagi masing masing orang.

 

Apa arti kebahagiaan di mata Bapak sebagai seorang trainer dan motivator?

Kebahagian itu ada di dalam diri sendiri, bergantung bagaimana kita melihatnya, dan kebahagiaan yang terindah adalah di saat kita memiliki rasa syukur selalu, rasa ikhlas dan menerima apapun yang sudah dimiliki saat ini, dan yang paling penting setelah berusaha dan berdoa wajib mensyukuri apapun yang sudah Allah berikan, itu kebahagiaan hakiki yang sebenar-benarnya bahagia. Karena sifat manusia itu selalu kurang dan selalu mengeluh, jika rasa ikhlas dan syukur tidak ada, maka jangan harap menemukan kebagaian sampai kapanpun.

 

Siapa sih Role Model Bapak di bidang coaching, training dan semacamnya?

Yaitu Dr. Ibrahim Elfiky. Yang merupakan sebagai Maestro Motivator Muslim Dunia. Buku  “Terapi Berfikir Positif” beliau sukses meng-upgrade pemaknaan kehidupan dengan pola pikir yang baik. Selain meraih gelar doktor dalam bidang ilmu metafisika dari Universitas Los Angeles,  Dr. Ibrahim Elfiky juga meraih 23 gelar diploma dari berbagai lembaga pengembangan sumber daya manusia, manajemen dan marketing.

Banyak konsep-konsep Dr. Ibrahim Elfiky yang saya anggap luar biasa, termasuk berbaik sangka pada Allah SWT atas apapun yang menimpa kita, seperti: Jika Tuhan menutup satu pintu, maka Tuhan akan membuka pintu yang lain Salah satu penjabaran beliau lainnya adalah pada bagaimana menafsirkan sebuah ayat dalam Al-Quran yang berbunyi: Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS 13:11). Beliau menjabarkan bahwa Tuhan sudah sangat jelas memberikan rambu-rambu betapa nasib seseorang bergantung dari usahanya. Untuk mengubah nasib harus dimulai dengan mengubah kebiasaan. Untuk bisa mengubah kebiasaan dimulai dengan mengubah pola pikir. Jadi ubah pola pikir -> Ubah Kebiasaan -> Ubah Nasib.

 

Bapak dikenal sebagai Dokter Kepribadian. Nah, menurut Bapak seberapa besar sih pengaruh kepribadian dan kecerdasan emosi dalam kesuksesan hingga kebahagiaan seseorang?

Kepribadian seseorang itu secara tidak langsung merupakan pondasi yang paling dominan dan sangat mempengaruhi seseorang dalam mencapai segala sesuatu. Kepribadian itu menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang. Ini merupakan cerminan keberhasilan atau kegagalan yang dapat dilihat dari kepribadian seseorang. Maka pengaruhnya sangat mendasar sekali dengan segalanya termasuk ke arah kesuksesan dan kecerdasan emosinya, seperti dalam bukunya Zero Emotion High Performance, yang menurut teori saya berdasarkan kepribadian yaitu Low Personality, Midle Personality dan High Personality.

Low personality adalah pribadi yang rapuh dan mudah mengeluh emosi yang labil. Middle Personality ialah pribadi yang ambivent, masih naik turun bergantung kondisi dan keadaan, emosinya masih terkadang stabil terkadang labil. High Personality merupakan pribadi yang matang, bijaksana dan tenang dengan emosinya yang matang karena sudah diterpa oleh pengalaman hidup dan keadaan. Dari kita lihat teori kepribadian, maka perannya sangat besar dalam mencapai sukses, mengatur ritme emosinya dan mencapai kebahagiaan.

 

Bapak dikenal publik sebagai salah satu pendiri IMAS. Bisa diceritakan lebih lanjut kepada publik? Mengapa organisasi tersebut dibentuk? Apa saja sih misinya?

Sebagai motivator, saya melihat tidak ada wadah resmi (legal) untuk mereka. Maka saya dan teman-teman tergerak untuk membentuk serta mengumpulkan para Motivator, Trainer, Coach, Mentor, Speaker, dan Inspirator untuk bergabung sehingga memudahkan untuk saling sharing. Apa itu ilmu, job dan yang terpenting adalah dengan adanya organisasi secara resmi, maka profesi motivator akan diperhitungkan dan diakui secara legalitasnya.

IMAS (International Motivator Association of Indonesia) diharapkan menjadi organisasi di Indonesia yang mewadahi para motivator dan semacamnya seperti disebut diatas dari berbagai profesi dengan 4 peran utamanya: Advokasi, Edukasi, Serttifikasi, Sinergi. Visinya adalah menjadikan organisasi yang memiliki kekuatan dan kepemimpinan yang kuat, sehingga mampu bersaing di tingkat global. Misinya adalah membangkitkan kesadaran bermotivasi, agar kebanggaan akan profesi dan prestasi semakin tinggi dan meluas. Membangun semangat untuk bangsa dan generasi muda akan penting motivasi bagi kehidupan.

Saya juga mendirikan HISMI (Himpunan Saudagar Muda Indonesia). Organisasi ini dibuat untuk mencetak generasi muda menjadi pengusaha yang siap ekpor produk dalam negeri dengan berani bersaing di tingkat international. Mottonya adalah Yang Muda yang Mendunia Go International.

 

Apa pesan-pesan Bapak bagi para mahasiswa yang ingin menjadi trainer dan motivator keren seperti Anda?

Tentukan dan buat rencana hidup anda. Anda mau jadi apa ke depannya dan sudah harus ditentukan mulai sekarang, atau dengan kata lain harus punya Life Mapping (Peta Kehidupan).  Jadi, sudah harus menentukan anda sepeti apa ke depannya? Anda mau ke mana kedepannya? Passion anda di mana? Setahun target anda bagaimana dan seperti apa? Dua tahun, tiga tahun bahkan lima tahun ke depan anda sudah harus membuat perencanaan atau peta kehidupan.

Jika Anda ingin menjadi motivator atau trainer, maka yang harus anda lakukan adalah belajar, belajar dan ikut seminar bagaimana menjadi motivator, cari mentor yang selalu membimbing dirimu sampai siap dan matang untuk terjun di dunia motivator, pelajari dengan seksama dan terinci, bagaimana karakter motivator dan itu semua wajib anda terapkan dalam diri.

Jika menjadi motivator adalah pilihan, maka belajarlah berkomunikasi dengan baik. Anda tahu berapa gaji Mario Teguh? 2 jam 120 juta ? Waouww dari mana itu semua? Membangun step by step dan ikuti prosesnya, karena untuk membangun sesuatu itu perlu proses tidak ada yang instan.

Tentukan mulai saat ini apapun yang anda ingin capai. Dengan sudah menentukan itu semua, akan memudahkan diri anda terjun sebagai profesi yang diharapkan.

 

Categories:   Sosok

Comments