Kampusgw.com

Menu

Gustyana Indrasmitha:  Lulusan Psikologi Yang Bersinar di Bidang Pengembangan Organisasi  

Lulusan Psikologi sebagaimana lulusan dari jurusan lainnya, bisa sukses berkarir di mana saja asalkan tekun. Namun harus kita akui  bahwa Sarjana Psikologi banyak yang memilih fokus bekerja di dunia Sumber Daya Manusia (SDM). Tak terkecuali tamu kita yang satu ini, Gustyana Indrasmitha.

Indra – sebagaimana panggilan akrabnya – lulus dari salah satu kampus swasta di kota Semarang  –  Jawa Tengah. Selepas lulus S1, ia malang melintang bekerja di berbagai tempat. Lintas industri, lintas peran, dan lintas pengalaman.

Kini, Indra dipercaya menjadi salah satu pegawai di sebuah perusahaan di Jakarta. Di luar itu, beliau masih menyempatkan diri berbisnis hingga mengurus Development Corner – sebuah portal yang fokus membahas dunia pengembangan sumber daya manusia.

Nah,  bagaimana liku-liku seorang Gustyana Indrasmitha berkarir dari nol hingga bisa sesukses sekarang? Apa saja tantangan yang dihadapinya? Dan bagaimana pesan-pesan beliau untuk sahabat Kampusgw.com yang haus akan kesuksesan? Simak nukilan wawancara berikut ya.

 

Siapa nama lengkap Anda?

Gustyana Indrasmitha, S.Psi.M.M

 

Apa kesibukan Anda sehari-hari?

Saya bekerja sebagai seorang profesional pengembangan organisasi (HR) di PT Jakarta Propertindo, sebuah perusahaan BUMD milik pemprov DKI Jakarta sebagai partner dalam membangun properti, utilitas, dan infrastruktur Jakarta.

 

Sebelum Anda fokus di dunia HR, apakah Bapak pernah bekerja di bidang lain?

Saya selama ini bekerja fokus di bidang Human Resources (HR).

 

Banyak orang mengatakan bahwa generasi millennial (gen Y) itu seperti kutu loncat. Sering berpindah-pindah. Bagaimana Anda menanggapi hal itu?

                        Jangan menyamakan setiap generasi milennial (gen Y) itu semua sama. Mereka “kutu loncat” karena mereka sangat mudah mendapatkan informasi  lowongan pekerjaan dari media sosial. Namun yang dapat kita lakukan kepada mereka sebagai generasi yang melek akan dunia digital, karena mereka tumbuh dan berkembang di dalam era digital ini, di mana banyak informasi yang dapat mereka peroleh.

                        Yang dapat kita lakukan adalah dapat memberikan pengertian kepada para generasi Y dengan cara memberikan inspirasi kepada anak – anak pada generasi ini.  Karena untuk melakukan intervensi kepada mereka adalah dengan cara memberikan inspirasi yang positif kepada mereka, dan mereka sangat excited dengan metode yang demikian ini, dan berikan penjelasan kepada mereka tentang pentingnya proses yang tidak membohongi sebuah hasil, keberhasilan seseorang yang sangat spektakuler dengan adanya langkah demi langkah seseorang menjalani sebuah proses dalam perjuangan mencapai sebuah karir yang diimpikan.  Dan kunci dari keberhasilan seseorang meraih kesuksesan adalah daya tahan seseorang dan mereka tentunya menikmati proses yang menempa mereka, sehingga mereka berhasil mencapai kesuksesan baik dari kehidupan keluarga dan karir pekerjaan.

 

Berdasarkan pengalaman Anda sebagai praktisi di dunia HR, kapan waktu terbaik untuk mengundurkan diri jika seseorang sudah tidak nyaman dengan pekerjaannya? Harusnya mereka menunggu 1 tahun atau cukup  6 bulan?

                        Sebaiknya 1 bulan mereka dapat mengajukan surat pengunduran diri dan saran saya sih, apabila tidak nyaman dalam sebuah perusahaan, coba untuk bertahan di dalam sebuah pekerjaan minimal sekali 3 tahun kenapa? Karena apabila seseorang yang baru saja bekerja 6 bulan terus dia merasa tidak nyaman dan kemudian buru – buru untuk resign, nah hal inilah yang justru merusak kredibilitas Curiculum Vitae (CV) dari yang bersangkutan. Karena seorang HR akan melihat bagaimana seseorang bertahan di dalam sebuah perusahaan selama dalam perjalanan karir seseorang, dan akan terus dikejar pertanyaan pada saat proses interview mengenai apa alasan mereka sampai resign dari perusahaan sebelumnya.

 

Dunia HR banyak diisi oleh mahasiswa dari jurusan Psikologi, Hukum dan Manajemen. Bagaimana peluang kerja di posisi tersebut dari teman-teman jurusan lainnya?

                        Peluang bekerja di dunia HR sangatlah terbuka untuk jurusan apapun, whatever seseorang berasal dari jurusan  social ataupun science.  Karena HR sebenarnya adalah sebuah ilmu yang bisa saja di pelajari oleh background berbagai jurusan, dan biasanya justru kebanyakan dunia HR banyak diisi oleh orang – orang yang memiliki background jurusan science karena mereka sudah memiliki modal logika thinking yang baik dalam manajemen dan proses  bisnis dan ditambah apabila orang science mempelajari ilmu tentang HR maka mereka akan mudah untuk mempelajarinya.  Berbeda dengan orang – orang yang berasal dari jurusan sosial yang biasanya sih lebih susah mempelajari ilmu science.

 

Beberapa mahasiswa tidak memiliki pengalaman magang ketika kuliah. Sebenarnya, seberapa signifikan nilai tambah pelamar kerja fresh graduate yang pernah mengambil magang?

                        Seseorang yang pernah memiliki pengalaman magang, justru akan berbeda dengan seseorang fresh graduate yang belum memiliki pengalaman magang kerja.  Perbedaannya adalah terletak pada pola pikir dan cara bekerja. Seseorang yang memiliki pengalaman dalam bekerja dia akan memiliki pola pikir bekerja yang cukup terstruktur. Dia sudah mengetahui alur proses kerja dan merasakan budaya perusahaan tempat dia bekerja sehingga proses dalam melakukan adaptasi pada lingkungan dan budaya perusahaan akan cenderung cepat untuk menyesuaikan diri.

 

Apa sih suka dan duka bekerja di bidang SDM?

                        Suka duka bekerja di HR adalah kita harus sanggup untuk menjaga kerahasiaan data SDM, baik dari sisi benefit dan orang – orang kunci di dalam sebuah organisasi yang akan kita jadikan talenta sehingga kelak orang – orang ini akan dipersiapkan menjadi calon kandidat untuk mengisi posisi jabatan yang strategis dan penting di dalam perusahaan. Yang kedua adalah menjadi seorang HR tentunya harus dapat menjadi contoh perilaku yang baik dalam menaati aturan perusahaan.

 

Apa pengalaman paling mengesankan Bapak selama bekerja di bidang SDM?

                        Pengalaman yang paling mengesankan adalah saya bisa membuat sistem dan melaksanakan proyek assessment center dalam melakukan pemetaan kompetensi di PT Phapros, Tbk. Adalah ketika saya baru pertama kali masuk perusahaan tersebut belum tersedianya kompetensi perusahaan baik dari soft dan hard kompetensi, saya  mampu membuat konsep dan implementasi pengukuran untuk asessmen kompetensi pada perusahaan tersebut baik dari Soft maupun Technical kompetensi, walaupun saya baru melaksanakan proses asessmen kompetensi ini pada level supervisor marketing obat di PT Phapros, Tbk.

 

Apa karakter yang harus dimiliki oleh orang-orang yang bergelut di bidang HR?

  • Harus memiliki ketelitian yang cukup tinggi
  • Patuh dan taat terhadap peraturan perusahaan dan SOP
  • Jiwa open minded
  • Fleksibel
  • Humanisme
  • Ekstrovert

 

Anda dikenal sebagai pendiri Development Corner. Mungkin bisa dijelaskan lebih lanjut? Dan apa rencana Anda ke depannya untuk membesarkan portal tersebut?

        Development corner adalah saung untuk berbagi dalam bidang pengembangan diri, karir, Human resources, dan Bisnis. Jadi setiap orang dapat mengisi sebagai guest blogger menulis dengan tema yang sesuai dengan peruntukkan website tersebut yaitu memberikan inspirasi kepada banyak insan muda untuk terus belajar dan mengembangkan diri dalam mencari informasi bidang pengembangan diri, karir, human resources, dan seputar dunia bisnis.

 

Anda juga dikenal sebagai pebisnis dan Trainer di luar aktivitas sebagai karyawan. Sebenarnya apa passion Anda?

        Passion saya sebenarnya adalah mendidik seseorang untuk meningkatkan pengembangan dirinya.  Iya saya suka dengan bisnis saya karena memiliki passion di bidang people development.

 

Di usia berapa Anda menemukan passion? 

Saya menemukan passion saya saat usia saya 29 tahun.

 

Anda dikenal sebagai pakar di bidang Organization Development (OD). Bisa dijelaskan ke rekan-rekan fresh graduate mengenai bidang tersebut? Dan apa yang menarik dari OD?

                        Kesuksesan sebuah bisnis adalah ditentukan dari organisasi  dan kapabilitas SDM yang dimiliki oleh entitas perusahaan tersebut. Sebuah perusahaan memiliki sebuah produktifitas yang tinggi, apabila sebuah organisasi mampu menerjemahkan dan mengimplementasikan setiap nilai – nilai yang ada di dalam perusahaan dalam sebuah perilaku kinerja pada setiap insan karyawan.

 

Apa hobi Anda?

Saya memiliki hobi menulis, jogging, membaca buku, dan bermain gitar.

 

Bagaimana Anda menggambarkan aktivitas harian Anda dari bangun tidur hingga jelang tidur?

        Bangun tidur  biasanya saya pada pukul 04.00 pagi. Saya langsung pergi untuk jamaah solat Subuh, kemudian saya melakukan excercise selama 1 jam dengan jalan pagi dan sit up, kemudian saya mandi, sarapan pagi, dan semangat pergi ke kantor karena saat ini saya diberi tantangan untuk membuat sistem di bidang Organization Development sehingga harus proven dalam mengerjakan amanah ini. Sepulang kantor saya solat berjamaah Magrib dan Isya di kantor, dan saya pulang ke kos, kemudian saya membaca buku sebelum saya beristirahat tidur malam.

 

Jika boleh tahu, siapa sosok yang Anda teladani? 

Sosok yang saya teladani adalah Ummar Bin Khattab, seseorang khalifah yang pintar, dapat menjadi sosok suri tauladan di jazirah Arab sepeninggal Nabi Muhammad SAW.

 

Apa buku yang paling Anda favoritkan? Mengapa?

Al Quran (sebagai pedoman hidup) dan Buku dengan tema change management, dan culture.

 

Bagaimana keilmuan Psikologi mempengaruhi karir dan kehidupan Anda?

Psikologi dibutuhkan untuk memahami karakter dalam memahami banyak orang yang tentunya sangat dibutuhkan dalam pekerjaan yang saya tekuni di bidang HR.

 

Seberapa signifikan jenjang pendidikan S2 bagi karir Anda? 

Sebenarnya jenjang pendidikan S2 yang saya miliki tidak terlalu berpengaruh kepada karir saya, karena dalam dunia kerja di industri bisnis lebih menghargai pengalaman kerja sebelumnya.  Tetapi yang bisa kita ambil dari jenjang pendidikan S2 adalah cara berpikir strategis. Kecuali bagi Anda yang ingin berkarir di Pegawai Negeri Sipil (PNS), maka jenjang pendidikan S2 sanggup untuk meningkatkan jenjang karir dan grade Anda.

 

Bagaimana Anda melihat diri sendiri untuk 5, 10, 25, dan 50 tahun mendatang?

Saya berharap 50 tahun ke depan saya tetap sehat, sehingga saya dapat banyak berbagi kepada banyak perusahaan untuk melakukan perubahan (change management) baik organisasi dan bisnis untuk meningkatkan produktifitas mereka.

 

Apa saran-saran Bapak terhadap teman-teman fresh graduate yang ingin terjun di dunia SDM?

Pesan saya kepada teman – teman yang fresh graduate jangan pantang menyerah dalam proses perjalanan karir teman – teman, terus belajar dan upgrade pengetahuan Anda sesuai dengan bidang pekerjaan yang Anda tekuni. Karena ketika Anda berproses, percayalah secara otomatis Anda akan melakukan learning by doing dan tentunya hal tersebut akan meningkatkan nilai dan value Anda baik dari sisi karakter dan skills Anda.

 

Categories:   Sosok

Comments