Kampusgw.com

Menu

HI is an Amazing Gift

Cerita ini terinspirasi dari perjalanan studi saya selama duduk di bangku kuliah. Tentang jurusan yang menurut orang lain sangat asyik dan begitu menjual. Kisah mengenai suka duka perjalanan studi yang saya rasakan hampir 4 tahun lamanya. Sepenggal cerita mengenai kisah seorang mahasiswa yang memilih untuk menempuh pendidikan di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional pasca lulus dari Madrasah Aliyah.

Jika orang mendengar Jurusan Ilmu Hubungan Internasional atau yang sering dikenal dengan jurusan (HI), pasti banyak yang menyangka bahwa anak HI itu menguasai bahasa asing, pintar berdiplomasi, sering bertemu dengan orang-orang penting, dan bolak-balik ke luar negeri. Ya, itu memang ada benarnya. Hampir setiap mahasiswa HI pasti sering ke luar negeri tapi belum tentu juga semua mahasiswa yang kuliah di jurusan HI bahasa Inggrisnya bagus. Karena bagi saya pribadi, HI itu adalah jurusan yang abstrak.

Awal mula saya mengenal jurusan HI adalah karena kegagalan saya memasuki jurusan Kedokteran Umum di Universitas Gadjah Mada. Saat itu saya mengikuti seleksi melalui jalur Siswa Berprestasi tingkat Nasional. Ayah saya meminta saya untuk masuk di jurusan Penerbangan, Teknik Sipil, Teknik Industri, dan Bahasa Inggris. Well, ternyata HI adalah salah satu jurusan yang masuk list top 10 di proposal hidup saya. Mengingat latar belakang saya adalah anak desa yang tidak tahu banyak informasi mengenai dunia kuliah, akhirnya saya menghubungi saudara di Malang untuk bertanya seputar jurusan yang kata orang adalah jurusan keren. Hari berganti hari, minggu berlalu, bulan terus berputar, dan akhirnya saya jatuh hati dengan jurusan HI karena kampusnya yang menurut saya begitu indah dan menawan, yakni Universitas Muhammadiyah Malang. Kok memilih UMM?

Saat itu saya memilih jurusan HI di UMM karena biaya masuk dan biaya kuliah yang masih standar. Alasan lain adalah karena di Malang banyak saudara dan keluarga saya yang menetap di sana. Jadi, nggak perlu bingung kalau mau kemana-mana, banyak yang bisa dijadikan teman. Maklum, anak kampung yang merantau jauh.

            Back to the topic, kenapa saya mengatakan bahwa HI itu adalah jurusan yang abstrak? Begini, jika di jurusan Akuntansi misalnya, mahasiswanya pasti sibuk ngitungin angka-angka atau bagaimana membuat jurnal ekonomi mikro dan makro. Kita ambil contoh lain, di Kedokteran misalnya, mahasiswanya pasti membahas segala sesuatu yang berbau dengan medis. Mulai dari penyakit, obat-obatan, diagnosa, hingga kematian pasien. Nah, beda dengan jurusan HI. Saya belajar ekonomi di HI, saya juga belajar Ilmu Statistik, belajar politik, belajar kehutanan, pertanian, HIV AIDS, globalisasi, politik lingkungan, bisnis internasional, perang, keamanan, bom, public speaking, kemiskinan, kelaparan, kampanye hitam, bahasa asing, dan lain-lain. But you know, saya hanya mempelajari semua itu sebatas permukaannya saja, tidak terlalu dalam dan tidak terlalu detail. Apalagi kalau di UMM dan beberapa universitas lain yang ada jurusan HI nya, akan ada yang namanya peminatan dan konsentrasi. Jadi, tidak semua seluk beluk ilmu HI diajarkan dan dipelajari, meskipun mahasiswa seharusnya banyak baca dan harus serba tahu. Tapi, tetap saja, akan ada materi yang tercecer alias tidak terbaca dan tidak diperdalam. Belum lagi kalau dosen pengampu mata kuliahnya sering absen, keluar kota, suka ngasih tugas, bisa dititipin absen, kelar dah nasib mahasiswanya.

Meskipun menurut saya HI itu adalah jurusan abstrak, tapi kalian harus tahu bahwa di jurusan ini kalian bakal bertemu dengan manusia-manusia luar biasa, seperti diplomat, menteri, presiden, pejabat penting negara, serta sosok-sosok inspiratif yang membuat kalian tidak menyesal menjadi bagian dari keluarga jurusan HI. Apa enaknya jadi mahasiswa HI?

Pertama, secara jurusan, kamu tidak akan pernah kalah tenar dengan anak-anak jurusan lain di FISIP. Kalau kamu bisa masuk di jurusan HI, itu artinya kamu adalah orang yang beruntung. Karena banyak sekali yang ingin masuk jurusan keren ini tapi mereka belum beruntung.

Kedua, karena sudah menjadi bagian dari HI, hidup keseharian kita pun bakal otomatis berbau HI. Saat masuk kelas pasti ngomongnya menggunakan bahasa asing, minimal Inggris. Jalan-jalan di mall selalu melihat dengan sudut pandang HI, hiperglobalis, skeptis, atau golput. Dulu di tahun 2010, kebetulan saya menjadi delegasi dalam Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia di Universitas Nasional Jakarta. Saat itu saya masih duduk di semester kedua dan benar-benar merasakan bahwa jadi anak HI itu asyik. Kita punya banyak teman dari seluruh penjuru Indonesia, punya relasi mahasiswa asing dengan beragam budaya dan bahasa, serta kita diajarkan bagaimana beretika seolah-olah kita adalah representatif dari seorang kepala Negara. Cara berbicara diperhatikan, cara duduk harus benar-benar dijaga, berpakaian harus rapi, bahkan sampai cara memegang sendok dan mengunyah nasi pun harus elegan. WOW banget kan? Secara kita mahasiswa HI gitu lho, semua dikaitkan dengan hal-hal yang berbau internasional.

Ketiga, HI mengajarkan saya banyak hal tentang go abroad, traveling ke luar negeri, exchange, kegiatan Youth Forum, dan berbagai kegiatan lain yang sangat berguna dan mengasah kemampuan kita sebagai mahasiswa sejati. HI menjadi alasan kenapa saya suka pergi ke sebuah ajang internasional untuk presentasi tulisan ilmiah. Remember, bahwa HI akan memberikan hal yang beragam buat masa depan yang lebih baik. Saya merasakan itu semua. Meski selama setahun pertama menurut saya HI itu susah, karena latar belakang saya dari IPA. Tapi di tahun kedua hingga sekarang saya cinta sama HI, bahkan cinta mati. HI is an amazing gift yang pernah saya rasakan dalam hidup saya.

Kalau ada yang bertanya apa saja duka selama menjadi mahasiswa HI. Jujur saya akan menjawab bahwa di HI itu lebih banyak sukanya daripada dukanya. Duka di HI sama dengan duka di jurusan lain, tugas yang bejibun, analisis again analisis again, nggak akan pernah habis yang namanya tugas analisis dan paper. Bahkan sometime, dulu saya mikir kenapa saya dan teman-teman HI selalu dijejali dengan paper dan diktat kuliah yang berbahasa Inggris. Semakin ke sini saya baru sadar ternyata anak-anak HI itu memang harus menonjol dari segi penulisan ilmiah, pintar berbahasa asing, dan paham sudut pandang politik. That’s why banyak anak HI yang kerja jadi wartawan, dosen, serta menjadi pakar dalam dunia perpolitikan.

Beberapa hal lain yang menjadi duka bagi anak HI menurut saya adalah karena jurusan ini adalah jurusan dengan masa studi paling lama. Hal tersebut disebabkan karena penulisan skripsi di kampus saya (read: UMM) adalah termasuk hal yang paling sulit untuk diselesaikan. Kampus menuntut skripsi kami harus bagus lebih dari standar di kampus lain (katanya si). Tapi, hal itu Alhamdulillah tidak berlaku bagi saya, karena dalam waktu kurang dari 4 tahun, saya sudah lulus dan menggunakan pakaian kebesaran, yakni toga wisuda. Padahal selama kuliah di HI, saya sambil bekerja Part Time di 3 tempat sekaligus. Selain itu, saya juga ikut beberapa organisasi di dalam dan luar kampus. Jadi bagi saya selalu fun dan enjoy banget bisa masuk di jurusan HI. Selama di jurusan ini juga saya belajar bagaimana mengatur waktu dengan baik, antara kuliah, kerja, dan organisasi. Finally, lulus tepat waktu dan dapat banyak pengalaman dari banyak manusia yang saya ditemui baik di organisasi maupun di tempat kerja.

            So far, saya hanya ingin mengatakan bahwa jurusan HI adalah jurusan yang multidimensi. Kita akan banyak belajar dan belajar banyak saat sudah menjadi bagian dari jurusan yang fenomenal ini. Terkait karier pasca lulus, teman-teman sudah tidak perlu khawatir. Sekarang sudah banyak BUMN, lowongan CPNS, dan perusahaan yang memasukkan HI menjadi salah satu jurusan yang ada dalam list mereka. Semakin baik dan disiplin kita selama kuliah, rezeki dan masa depan juga akan baik-baik saja. Apalagi jika selama kuliah kita berproses dan melatih mental mandiri dengan mengasah soft skill dan kepemimpinan dalam dunia organisasi, insha Allah masa depan akan cerah gemilang. Percayalah, HI itu keren, asyik, banyak keseruan yang harus kalian coba. So, jangan bingung untuk menjadi bagian dari jurusan HI ya. Jurusan yang akan membawa kalian pergi keliling dunia, mengenal banyak teman dari berbagai negara, dan menjadi sosok-sosok berkelas serta berdaya saing di kancah internasional. HI is the best!

 

Oleh:

Hardi Alunaza SD (Zet Putra Desember)

Alumni HI Universitas Muhammadiyah Malang

hardialunaza@gmail.com (0852-58265825)

 

Categories:   Sosok

Comments

error: Content is protected !!