Kampusgw.com

Menu

Mega Chendra: Berbinar Gemilang sebagai “People Developer”

      Mega Chendra atau yang lebih dikenal dengan nama pena “Me-Chan” adalah salah satu penulis, praktisi sumber daya manusia, dan trainer berpengaruh di Indonesia. Karya-karyanya kerap kali menghiasai toko buku. Wejangan-wejangannya sering dinanti-nanti para peserta pelatihan. Dan kedalaman ilmunya diterapkan dari hari ke hari di salah satu perusahaan besar di tanah air. Ia pun sempat menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi terkemuka.

Rupanya, jalan sukses Mega Chendra penuh liku-liku. Tidak serta merta mendapatkannya dengan mudah. Sehingga, ia harus jatuh bangun mengembangkan karir hingga menemukan passionnya di usia 33 tahun.

Siapa sebenarnya Mega Chendra? Bagaimana riwayat pekerjaannya sebelum sukses seperti sekarang? Bagaimana “drama” petualangannya dalam meniti karir? Dan bagaimana pesan-pesannya untuk para generasi muda? Simak nukilan wawancara Mega Chendra dengan Kampusgw.com di bawah.

 

Siapa nama lengkap Bapak? 

Mega Chendra. Adapun “Me-Chan” adalah nama panggilan & nama sebagai Penulis.

 

Apa kesibukan Bapak sehari-hari?

Kesibukan saya saat ini adalah sebagai seorang “People Developer/Pengembang SDM” karena saat ini saya berprofesi  sebagai Praktisi HRD di salah satu Perusahaan Perkebunan Sawit di Indonesia sebagai HR Leader, dan juga sebagai Penulis Buku (Personal Development) serta Pembicara/Trainer dan pernah menjadi Dosen antara 1997 – 2006.

 

Apakah cita-cita Bapak di masa kecil?

Menjadi guru.

 

Sebenarnya, apa panggilan hidup Bapak?

Membantu orang lain agar dapat mengembangkan diri dan menjadi lebih baik dari sebelumnya sehingga memiliki nilai manfaat bagi banyak orang.

 

Di usia berapa Bapak menemukan panggilan hidup?

33 tahun.

 

Apakah Bapak pernah “mencicipi” profesi selain Trainer, Penulis dan Dosen sebelumnya?

Pernah, sebagai sales doortodoor/direct sales.

 

Apa suka duka selaku profesional Trainer?

Suka karena bisa membantu mengembangkan potensi orang lain sehingga mereka juga bisa bertumbuh dan sukses, dan kita akan tertantang untuk terus belajar dan berkarya karena kita secara tidak langsung menjadi role model. Dukanya jika yang kita sampaikan tidak dapat diserap dengan baik sehingga tidak terjadi perubahan ke arah yang lebih baik.

 

Apa suka duka selaku penulis?

Kita tidak bisa sukses dengan sendirinya. Tapi, ada peran orang lain dalam setiap kesuksesan yang kita raih. Jika kita ingin sukses, kita juga harus membantu orang lain untuk bisa sukses. Dengan menulis, saya bisa sharing pengalaman kepada banyak orang yang mungkin bisa diambil hikmahnya dan bermanfaat. Dukanya, saat ini sebagian next generation masih lebih menyukai buku fiksi dibandingkan buku yang menambah wawasan & pengalaman (non fiksi).

 

Apa suka duka selaku dosen?

Suka saat melihat mahasiswa berhasil mencapai atau meraih sesuatu keberhasilan, atau apa yang saya lakukan untuk mereka tidak sia-sia. Dukanya, saat melihat mereka hanya bermimpi dan berangan besar tapi No Action untuk meraih yang mereka impikan (NATO, NARO atau NACO).

 

Apa pengalaman paling mengesankan sejauh ini sebagai seorang Trainer?

Saat bisa terus menginspirasi audiens, dan audiens membuat perubahan dalam dirinya.

 

Apa pengalaman paling mengesankan sejauh ini sebagai seorang Dosen?

Saat menjadi dosen, saya dikenal sebagai dosen yang cukup unik. Karena tidak pernah mau memberikan tugas di kelas. Melainkan dengan cara mahasiswa harus mengirimkan email dan masing masing mahasiswa akan mendapatkan reply langsung dari saya di mana tugas masing-masing mahasiswa pastinya akan berbeda. Hal ini saya lakukan untuk menghindari mereka “copy-paste” tugas kuliah. Dan mahasiswa cukup membalas email tugas mereka kepada saya dengan menlampirkan dokumen tugasnya sehingga paperless. Setelah saya memeriksanya, saya langsung memberikan komentar dan nilai melalu email juga. Memang cukup menyita waktu, tapi saya senang melakukannya.

 

Apa pengalaman paling mengesankan sejauh ini sebagai seorang penulis?

Pengalaman yang paling mengesankan sebagai penulis adalah, saat belajar membagi waktu untuk menulis ditengah kesibukan sebagai Profesional HR. Namun dengan kemauan yang kuat time management itu pasti bisa kita lakukan.

 

Kalau boleh tahu, siapa orang yang paling mempengaruhi kehidupan dan karir Anda sejauh ini?

Orang tua,  keluarga,  lingkungan,  do’a yang tidak pernah putus dan support yang luar biasa ditambah atmosfer positif dalam lingkungan kerja yang menjadikan saya seperti saat ini.

 

Kalau boleh tahu, siapa sosok panutan/teladan Anda? Dan mengapa anda mengagumi sosok tersebut?

“BJ Habibie “merupakan tokoh Indonesia yang briliant, selalu membawa semangat perubahan yang positif untuk siapa saja dan memiliki visi membangun Indonesia yang luar biasa.

 

Banyak orang menghadapi kejadian yang mengantarkannya kepada titik balik. Apakah Bapak pernah mengalaminya? Apa dan bagaimana Bapak menyikapi dari kejadian tersebut? 

Pengalaman yang menjadi titik balik adalah saat saya masih menjadi salah satu tenaga pengajar di salah satu kampus, ada mahasiswi meminta saya menjadi pembicara di kantornya dalam acara Rakornas mereka. Saat itu saya yang belum pernah menjadi pembicara publik sama sekali menerima tawaran untuk mengisi sebagai pemateri dalam Rakornas sebuah perusahaan.

Dengan kondisi yang serba kurang, saya mencoba untuk memberikan yang terbaik. Karena untuk menyiapkan materi saja bahan buku bacaan hanya didapat dari membaca buku di Gramedia bukan membeli. Buku yang dibaca di toko buku lalu dicatat dan menjadikannya bahan materi. Untuk tampil sebagai pembicara, saya harus tampil percaya diri, dan itu bisa seperti itu maka saya meminjam jas dan sepatu sepupu saya serta meminjam laptop Supervisor saya saat itu. Dan beruntung juga ada rekan yang mau mengantarkan saya ke hotel tempat diadakannya Rakornas. Alhamdulillah, semua peserta Rakornas puas dengan materi yang saya bawakan dan saya mendapatkan apresiasi dan cek yang membuat saya ingin terus memberikan inspirasi. Ini adalah titik baik saya saat menjadi pembicara.

Dan titik balik saya saat menjadi penulis adalah saat saya memberikan seminar saya sering membagikan buku kepada audiens yang aktif, namun pernah ada satu audiens yang bertanya kepada saat saat sesi seminar selesai, “mengapa buku yang bapak bagikan bukan buku tulisan bapak”? Sejak itu saya tersengat dan berusaha untuk menulis dan membagikan buku saya sendiri, alhamdulillah saat ini sudah 5 buku saya tulis dan terbitkan.

 

Jika boleh tahu, buku apa yang paling mempengaruhi hidup Anda sejauh ini? Barangkali bisa menjadi referensi bagi teman-teman Kampusgw.com.

ON by Jamil Azzaini dan Good to Great by Jim Collins.

 

Dengan melihat usia Bapak sekarang ini, Anda telah mengantongi berbagai prestasi yang membanggakan. Sebenarnya berapa jam rata-rata Anda istirahat (tidur) setiap harinya?

Yang penting tidur cukup. Ya rata-rata 5-6 jam, karena jika kurang tidur saya tidak bisa bekerja maksimal.

 

Apa kegiatan Anda di waktu luang?

Refreshing dan membaca Al Qur’an.

 

Kalau boleh tahu, apa sebenarnya passion Bapak?

Mengembangkan potensi orang (People Developer)  baik sebagai Praktisi HR ataupun penulis atau lainnya. Berarti saya bisa ikut membantu mengembangkan orang lain menjadi lebih baik dari kondisi sebelumnya, dan saya ingin terus bermanfaat seperti itu.

 

Di usia berapa Bapak menemukan passion?

33 tahun

 

Anda dikenal Leadership Trainer, Dosen, dan Penulis. Sejak kapan Anda menekuni peran tersebut? 

Dosen sejak tahun 1997, trainer sejak 2004, dan penulis sejak 2012.

 

Menurut Bapak, seorang Trainer yang baik itu seperti apa?

Menguasai bidangnya, komunikatif & Inspiratif sehingga bisa memberikan  pengaruh positif  dalam setiap pelatihannya.

 

Menurut Bapak, seorang Dosen yang baik itu seperti apa?

Berjiwa Pendidik, komunikatif &i inspiratif sehingga bisa memberikan  pengaruh sebagai role model yang positif dan memotivasi bagi seluruh mahasiswa.

 

Menurut Bapak, seorang Penulis yang baik itu seperti apa?

Selalu berusaha untuk terus melahirkan karya  positif dan selalu menginspirasi perubahan yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat luas.

 

Menurut Bapak, bagaimana tren industri  training di tanah air?

Dunia training saat mengalami suatu proses metamorfosis yang semakin baik, menarik sekaligus sangat menantang. Bagaimana tidak, saat ini, beberapa perusahaan bahkan berani mengalokasikan 5 – 10 hingga 20% dari net sales mereka untuk kepentingan meningkatkan pengetahuan karyawannya.  Dan dengan perkembangan tehnologi saat ini kita sebagai trainer, harus mempersiapkan kompetensi dan mengembangkannya terus menerus agar selalu sesuai dengan perubahan jaman yang terjadi, khususnya di bidang pelatihan.

 

Apa karakter yang harus dimiliki oleh seorang Trainer menurut Bapak?

Tegas, bijaksana, berwibawa, jujur, adil, disiplin, rendah hati dan bertanggungjawab serta memiliki kompetensi dalam penguasaan diri-materi-audiens-wawasan.

 

Apa karakter yang harus dimiliki oleh seorang Dosen menurut Bapak?

Tegas, bijaksana, berwibawa, jujur, adil, disiplin, rendah hati dan bertanggungjawab.

 

Apa karakter yang harus dimiliki oleh seorang Penulis menurut Bapak?

Bijaksana, jujur, disiplin, rendah hati dan bertanggungjawab .

 

Apa arti kesuksesan bagi Bapak?

Arti sukses bagi saya adalah saat bisa menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama dan terus melakukan selfimprovement dari waktu ke waktu, dan untuk mencapai hal ini indikatornya sangat sederhana yaitu jangan pernah kita menumpahkan air mata orang tua kita karena penyesalan tapi bagaimana caranya kita bisa melukiskan senyum di bibir orang tua kita karena kebanggaan dan rasa syukur. Jika mereka harus menangis pun pastikan itu adalah tangis haru karena bahagia.

 

Apa arti kebahagiaan bagi Bapak?

Saat melihat orang-orang yang kita kembangkan baik anak kita, keluarga kita, orang terdekat kita, bahkan orang di sekeliling kita seperti staf yang berada di bawah kita langsung atau pun bukan namun IDP (Individual Development Plan) berada dalam pengawasan kita berkembang menjadi insan yang lebih baik, baik dari sisi jabatan, skills, sikap dan pencapaian lainnya (from zero to hero).

 

Anda dikenal juga sebagai penulis buku. Kalau boleh teman-teman Kampusgw.com tahu, buku apa saja yang pernah Anda tulis?

Buku saya yang telah diterbitkan antara lain sebagai berikut:

 

Apa motivasi Anda menulis buku? 

Awalnya adalah curcol tentang ide, atau pemikiran yang tidak bisa terealisasikan  karena saya bukan seorang pembuat keputusan yang akhirnya ditulis dan berharap apa yang saya tulis bisa menjadi sharing pengalaman, sehingga bisa menginspirasi dan diimplementasikan di tempat lain. Meski awalnya banyak yang bilang buku semacam itu sudah banyak, namun pengalaman seorang penulis pasti berbeda dan perspektif yang disampaikan juga bisa berbeda.

 

Kapan waktu yang paling sering Anda pilih untuk menulis? Dan seberapa sering Anda menulis setiap harinya (berapa jam)?

Saat senggang seperti menunggu jadwal pesawat, atau sebelum tidur. Minimal 1-2 jam.

 

Jika waktu bisa diulang, apa yang ingin Anda lakukan di usia muda seperti teman-teman Kampusgw.com?

Jika waktu bisa diputar kembali, saya tidak akan meremehkan banyak hal sehingga saya tidak menemui kegagalan dalam beberapa bidang dan saya tidak terlambat untuk meraih apa yang saya impikan dalam hidup saya.

 

Apa pesan-pesan Bapak bagi para generasi muda yang ingin menjadi Penulis?

Jangan pernah takut untuk menulis atau menyampaikan sesuatu dalam bentuk tulisan. Dengan menulis secara tidak langsung kita telah “mengikat” ilmu pengetahuan kita. Karena apa yang sudah kita tulis tetap akan tersimpan di tengah keterbatasan daya ingat manusia.

 

Apa pesan-pesan Bapak bagi para generasi muda yang ingin menjadi Trainer?

Think globally, act locally, touch individually. Inilah tren berikutnya. Perusahaan-perusahaan akan semakin cepat ingin segera menerapkan serta mendapatkan gagasan-gagasan world class untuk diimplementasikan. Trainer masa yang akan datang dituntut menyesuaikan konsep global ini dengan jargon dan kebiasaan di perusahaan dan industri mereka. Dan bahkan lebih jauh lagi, jika ada permasalahan serta kasus spesifik yang menyangkut unit atau individu tertentu, trainer akan dituntut untuk membantu.   Tak heran jika, pelatihan di masa depan, banyak yang berlanjut dengan program counseling, coaching ataupun konsultansi periodik yang diberikan oleh si trainer kepada individu maupun unit kerja agar masalah mereka teratasi dan performa mereka meningkat. Di masa depan, peran trainer bukan hanya mengajar lantas selesai tapi juga akan menjadi seorang coach, counselor dan juga problem solver!

 

Apa pesan-pesan Bapak bagi para generasi muda yang ingin menjadi Dosen?

Fokus dan perdalam bidang yang ingin kita kuasai jika ingin ahli dalam hal tersebut. Karena mahasiswa tidak hanya termotivasi oleh antusiasme kita sebagai dosen, tetapi juga termotivasi oleh organisasi, kejelasan, keilmuan, dan teknik mengajar yang baik. Dosen yang benar-benar peduli dan benar-benar ingin mengajar dengan baik akan berbeda dengan yang hanya menjalani profesi dosen, maupun yang hanya karena untuk memenuhi kebutuhannya (hanya sekedar menggugurkan kewajiban). Bahkan perbedaan kecil pun sering cukup terlihat saat kita menyampaikan  ide dengan lebih jelas. Jadilah dosen atau apapun profesi kita dengan percaya pada diri kita sendiri dan bekerja keras untuk menjadi dosen sebaik mungkin, sesuai dengan ciri khas kita masing-masing.

 

 

 

 

Categories:   Sosok

Comments

error: Content is protected !!