Kampusgw.com

Menu

Rani Indriani Kusumah: Fasilitator Perubahan  Masa Kini

            Jalan hidup orang tak bisa ditebak. Ia begitu misterius. Tak bisa disangka-sangka. Ia hanya bisa dijalani dengan sepenuh hati. Terkadang rencana yang kita rencanakan berjalan sempurna. Terkadang sebaliknya. Apapun yang terjadi, kita memegang kendali bagaimana harus menyikapinya.

Ada orang yang langsung tumbang ketika masalah menghadang. Ada juga yang tampil sebagai pemenang dengan gemilang. Ada yang hatinya menciut ketika tantangan menghampiri. Ada pula yang begitu percaya diri karenanya. Semua adalah pilihan.

Kali ini Kampusgw.com berkesempatan mewawancarai salah satu perempuan tangguh. Seorang Terapis, Trainer, Coach dan Dosen. Sosok multitalenta yang sudah menemukan panggilan hidupnya di usia belia. Seorang yang telah memutuskan hidupnya untuk menjadi fasilitator perubahan bagi kehidupan orang banyak.

Ia bernama Rani Indriani Kusumah. Salah satu tokoh pengembangan diri yang paling berpengaruh di tanah air. Di tengah popularitasnya sekarang ini, tak banyak yang tahu bagaimana liku-likunya untuk menggapi mimpi. Tak banyak  yang mengerti apa titik baliknya hingga menjadi berprestasi. Tak banyak yang mengenal masa lalu yang membuatnya bisa seperti sekarang.

Siapa sebenarnya Rani Indriani Kusumah? Mengapa ia bersikukuh untuk menjadi fasilitator perubahan? Apa motivasi yang melatarbelakanginya? Dan bagaimana teman-teman Kampusgw.com bisa belajar dari kisah hidupnya? Simak nukilan wawancara berikut.

 

Siapa nama lengkap Ibu?

Rani Indriani Kusumah, S.I.Kom., M.Si, CHt, CI., CM.NLP., CT.HRNLP, CT.NC

 

Apa kesibukan Ibu sehari-hari?

Aktivitas saya sehari-hari adalah therapy, training, coaching, dan mengajar.

 

Apakah cita-cita Ibu di masa kecil?

Waktu kecil cita-cita saya adalah menjadi seorang psikolog yang dapat membantu menyelesaikan masalah orang lain. Juga menjadi pengajar, pembicara, dan seniman panggung (pemain teater, deklamator puisi, penyanyi, dan penari).

 

Sebenarnya, apa panggilan hidup Ibu?

Panggilan hidup saya adalah menjadi seorang Fasilitator Perubahan, Pengajar, Pembicara, People helper, Inspirator, dan Motivator.

 

Di usia berapa Ibu menemukan panggilan hidup?

Di tahun 2009, usia saya saat itu 21 tahun

 

Apakah Ibu pernah “mencicipi” profesi selain Trainer, Coach dan Hipnoterapis?

Iya, saya juga berprofesi sebagai Guru dan Dosen.

 

Apa suka duka selaku profesional Trainer?

Selaku profesional Trainer

Suka : Ketika peserta training /trainee saat dan setelah diberikan training mampu memiliki pengetahuan baru, skill baru, dan attitude baru yang bermanfaat dan memberdayakan dirinya. Senangnya bisa berbagi ilmu, pengalaman, dan dapat menginspirasi.

Duka : Ketika melakukan kesalahan dalam proses penyampaian training. Namun ini sesungguhnya peluang bagi saya untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Lalu, jika trainee tidak mengaplikasikan ilmu, skill, dan attitude yang sudah dilatihkan, maka ini justru berarti peluang bagi saya untuk melakukan pendekatan yang berbeda kepada trainee saya sehingga mereka perlahan-lahan mau mengaplikasikan.

 

Apa suka duka selaku Coach?

Selaku Coach

Suka :  Ketika bisa memfasilitasi perubahan coachee menjadi lebih berdaya dengan memahami nilai diri, makna hidup, kekuatan, kelemahan, emosi, sehingga dapat berdamai dengan diri dan membantu menggali potensi dirinya  untuk mencapai tujuan perubahan yang diinginkan.

Duka : jika Coachee tidak melakukan aksi untuk mencapai perubahan yang diinginkannya, lagi lagi ini menjadi tantangan bagi saya untuk melakukan pendekatan yang berbeda.

 

Apa suka duka selaku Hipnoterapis?

Selaku Hypnotherapis

Suka : Dapat membantu dalam proses menyembuhkan masalah mental yang dialami oleh klien.

Duka : Jika menangani kasus tidak tuntas karena klien belum komitmen melanjutkan sesi. Namun, sesungguhnya hipnoterapi adalah kontrak upaya, bukan kontrak hasil. Sehingga untuk mencapai hasil yang maksimal diperlukan kerjasama yang baik antara klien dan hipnoterapis. Oleh karena itu, saya justru berkesempatan untuk senantiasa membangun hubungan dan menjaga kerjasama yang baik dengan berbagai pendekatan yang bisa saya lakukan.

 

Apa pengalaman paling mengesankan sejauh ini sebagai seorang Trainer?

Pengalaman yang paling mengesankan sejauh ini sebagai seorang trainer adalah ketika bisa melatih peserta training yang usianya ternyata lebih senior dari saya, memiliki jabatan yang tinggi, memiliki keilmuan yang lebih tinggi, dan berstrata pendidikan yang juga lebih tinggi dari saya. Pada kesempatan-kesempatan seperti ini, selain saya berbagi kepada mereka, saya juga sembari belajar dari pengalaman dan pengetahuan para peserta.

 

Apa pengalaman paling mengesankan sejauh ini sebagai seorang Coach?

Pengalaman paling mengesankan sejauh ini sebagai seorang Coach adalah ketika proses coaching yang dilakukan bersama klien dapat mengungkap perspektif baru dan kesadaran sehingga coachee mendapatkan wawasan baru, yang mengarah pada lebih banyaknya pilihan untuk mengambil keputusan, dan memunculkan keinginannya untuk mengambil tindakan dan perubahan.

 

Apa pengalaman paling mengesankan sebagai hipnoterapis?

Bagi saya, setiap kasus hipnoterapi yang saya tangani selalu berkesan karena selalu unik. Keunikan setiap kasus ini adalah hasil dari pendekatan hipnoterapi yang saya lakukan yaitu berpusat pada klien (Client-centered Hypnotherapy). Pendekatan ini bermakna bahwa niat, tujuan, teknik, dan proses terapi yang saya lakukan semata-mata demi kemajuan dan kebaikan hidup klien. Pendekatan ini dilakukan dengan memahami kesiapan mental dan fisik, pola pikir, riwayat hidup, karakter, kepribadian, kondisi kejiwaan, dan tujuan akhir yang ingin dicapai oleh klien. Saya selalu berusaha melakukannya dengan kesadaran, kreativitas, dan integritas tinggi serta bersandar pada nilai-nilai moral, spiritualitas, dan kebijaksanaan.

 

Kalau boleh tahu, siapa orang yang paling mempengaruhi kehidupan dan karir Anda sejauh ini?

Orang yang paling mempengaruhi kehidupan dan karir saya sejauh ini adalah orangtua, suami, dan guru-guru kehidupan saya.

 

Kalau boleh tahu, siapa sosok panutan/teladan Anda? Dan mengapa anda mengagumi sosok tersebut?

Sosok panutan/teladan saya adalah orang tua, suami, dan para guru-guru kehidupan saya karena mereka adalah sosok-sosok yang senantiasa menginspirasi diri saya. Orang tua, suami, dan para guru-guru kehidupan saya telah memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap diri saya hingga bisa meraih berbagai pencapaian seperti saat ini. Mereka juga senantiasa membimbing dan membuat saya terus belajar serta mengasah diri untuk mencapai kehebatan potensi, kebaikan perilaku, dan kekuatan karakter seperti yang mereka miliki.

 

Apa saja kesibukan Anda selain di dunia pelatihan? Apakah juga aktif di bidang lain?

Selain di dunia training, saya juga aktif di bidang therapy, coaching, teaching, lecturing, & writing.

 

Dengan melihat usia Anda sekarang ini, Anda telah mengantongi berbagai prestasi yang membanggakan. Sebenarnya berapa jam rata-rata Anda istirahat (tidur) setiap harinya?

Saya tidur dari pukul 22.00 – 3.30/ 4.00 dini hari. Rara-rata 6-7 jam.

 

Apa kegiatan Anda di waktu luang?

Kegiatan saya di waktu luang adalah membaca buku, menulis, menonton film, bernyanyi, dan traveling.

 

Kalau boleh tahu, apa sebenarnya passion Anda?

Passion saya sebenarnya adalah menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain melalui bidang pengembangan manusia dan pendidikan.

 

Di usia berapa Anda menemukan passion?

Di usia 21.

 

Sejak kapan Anda menekuni profesi Trainer, Coach dan Hipnoterapis?

Sejak tahun 2009.

 

Menurut Ibu, seorang Trainer yang baik itu seperti apa?

Menurut saya, seorang Trainer yang baik itu bukan hanya pemateri, namun juga seorang role model yang mampu memberikan contoh nyata untuk membuktikan apa yang disampaikannya.
Seorang trainer yang baik juga adalah yang mampu memfasilitasi perubahan positif pada diri peserta setelah mengikuti pelatihan, mampu mengelola perbedaan karakter audience, selalu adaptif dan fleksibel, serta dapat membuat audience menjadi mau, tahu, dan juga mampu.

 

Menurut Ibu, seorang Coach yang baik itu seperti apa?

Menurut saya, seorang Coach yang baik itu tentunya telah melalui program pelatihan kompetensi coaching profesional dengan jam terbang pengalaman coaching yang tinggi. Seorang Coach yang baik juga senantiasa terus tumbuh dan berkembang sebagai pribadi serta selalu menantang klien untuk membangkitkan potensi diri klien atau membangunkan kekuatan klien yang mungkin selama ini tidak disadari. Ia perlu memahami etika dan standar seorang coach, mampu memahami secara spesifik apa yang sebenarnya diperlukan oleh coachee, mampu membangun keakraban dan kepercayaan dengan coachee, mampu mendengarkan secara aktif sehingga mampu memahami hal yang tak terucapkan oleh Coachee, mampu memberikan pertanyaan yang mengalir dan terarah, mampu mengarahkan coachee agar bisa membuat rencana yang aplikatif selama proses coaching berlangsung, serta mampu mengelola progress dari coachee, melalui ukuran-ukuran yang dapat dievaluasi.

 

Menurut Ibu, seorang Hipnoterapis yang baik itu seperti apa?

Menurut saya, seorang Hipnoterapis yang baik itu adalah yang kompeten dalam memfasilitasi sesi terapi. Hipnoterapis yang tersertifikasi resmi dari badan yang kredibel dan ia juga telah memiliki jam terbang tinggi dalam mempraktekkan apa yang dipelajarinya. Ia mampu membina hubungan baik dengan dirinya sendiri maupun dengan klien, mampu melakukan observasi dan assessment dengan cepat, mampu memfasilitasi kondisi hipnosis klien, mampu bertanya untuk menggali, mampu menjadi pendengar yang cermat, dan mampu menggunakan pola-pola bahasa yang hipnotik bagi kliennya.

 

Menurut Ibu, bagaimana tren industri training di tanah air?

Menurut saya, tren industri training di tanah air saat ini telah mengalami berbagai perubahan. Dahulu, training yang ngetren adalah training yang bisa membuat banyak orang menangis tersedu-sedu. Kini training yang lebih dibutuhkan adalah yang dapat memberikan dampak nyata, peningkatan kompetensi, dan perubahan yang signifikan bagi individu maupun organisasi. Dahulu, training dianggap sebagai pemborosan, sekarang mulai dianggap sebagai strategi bisnis yang penting bagi perusahaan. Khususnya di tanah air, edutainment juga menjadi semakin digemari di mana peserta training tak hanya belajar dan berlatih tetapi juga terhibur. Lalu kini, juga makin disukai training yang durasinya pendek, namun berkesinambungan dibandingkan training yang durasinya sangat panjang. Kemudian, dewasa ini juga tuntutan untuk menggunakan teknologi multimedia yang canggih menjadi semakin tinggi.

 

Apa karakter yang harus dimiliki oleh seorang Trainer menurut Ibu?

Karakter yang harus dimiliki oleh seorang Trainer, menurut saya adalah komunikatif, konsisten antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilaksanakan, kompeten dalam menguasai subjek ilmu yang ingin disampaikan, cermat dalam menganalisis kebutuhan training, mampu mengkonsep, menyampaikan, hingga mengevaluasi materi, memiliki kepercayaan diri, mau terus menerus belajar hingga menjadi ahli di bidangnya, mau bekerja sama dengan orang lain, peduli terhadap audience, kreatif, dan senantiasa antusias dalam menjalani profesi sebagai seorang trainer.

 

Apa karakter yang harus dimiliki oleh seorang Coach menurut Ibu?

Karakter yang harus dimiliki oleh seorang Coach, menurut saya adalah memiliki integritas yang tinggi, kreatif dalam menggali potensi coachee sehingga coachee mampu menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi, pendengar yang baik, fleksibel, dan pandai beradaptasi dengan berbagai sifat dan karakter coachee.

 

Apa karakter yang harus dimiliki oleh seorang hipnoterapis menurut Ibu?

Karakter yang harus dimiliki oleh seorang Hipnoterapis, menurut saya adalah senang membantu orang lain, sabar, peka dalam menangkap reaksi klien baik secara verbal maupun non-verbal, emosi yang stabil, dapat dipercaya untuk menjaga kerahasiaan klien, bijaksana, tenang, terus menerus mau belajar, bertanggung jawab, analitis, dan reflektif.

 

Apa arti kesuksesan bagi Anda?

Arti kesuksesan bagi saya adalah sebuah proses perjalanan di mana saya dapat terus menerus bertumbuh baik secara intelektual, emosional, spiritual, sosial, finansial, dan senantiasa dapat berkontribusi bagi orang-orang di sekitar saya sehingga bisa menciptakan dampak positif serta memberikan manfaat bagi sebanyak-banyaknya orang.

 

Apa arti kebahagiaan bagi Anda?

Arti kebahagiaan bagi saya adalah perasaan gembira, damai, dan penuh dengan kesyukuran.

 

Jika waktu boleh diulang, Anda ingin menjalani masa muda dengan kegiatan seperti apa? Maksudnya, Anda ingin menjadi Rani Indriani Kusumah muda seperti apa?

Jika waktu boleh diulang, saya ingin menjadi Rani Indriani Kusumah muda yang sejak sedini mungkin dapat mengenal kekuatan diri, menemukan perspektif dan tujuan hidup, menumbuhkan karakter diri positif yang kuat, mengetahui cara membangun hubungan yang baik dengan orang lain, mampu melakukan komunikasi yang efektif, senantiasa menjaga keseimbangan hidup (emosional, intelektual, spiritual, sosial, finansial), menguasai manajemen waktu, menguasai berbagai softskills penting dalam kehidupan, serta berkontribusi bagi lebih banyak orang. Namun, tentu saja waktu tak bisa diulang dan saya sungguh sangat bersyukur dengan apa yang telah saya alami dan lalui. Sebuah perjalanan hidup yang telah membuat saya semakin dewasa dan bijaksana kini. Oleh karena itu, hal-hal yang saya sebutkan tadi ingin sekali saya ajarkan kepada anak-anak saya kelak dan juga ingin saya bagikan kepada para generasi muda penerus bangsa.

 

Orang-orang besar biasanya mengalami suatu kejadian yang membawanya pada titik balik. Apakah Anda pernah mengalaminya? Jika ya, bagaimana kejadian tersebut mengubah cara pandang Anda dalam menjalani hidup?

Kejadian yang membawa saya pada titik balik adalah ketika saya mendapat kesempatan belajar suatu ilmu yang luar biasa yaitu Hipnosis. Ya, Ilmu yang tadinya saya pikir tak terlalu istimewa namun ternyata kemudian memberi saya begitu banyak pengalaman yang membuahkan pelajaran hidup yang sangat berharga. Lalu, kemudian suatu ketika di bulan Ramadhan tahun 2009, saya mengalami sebuah kecelakaan motor yang menyebabkan benturan keras di area kepala sebelah kiri saya. Beruntung sekali saya masih diizinkan hidup setelah kejadian itu. Namun, anehnya kemudian muncul sebuah gejala yang tidak nyaman. Saya tidak dapat melihat sekitar dengan jelas. Kepala saya pusing dan mata saya rasanya kelelahan untuk melihat. Ketika mencoba melihat pun, pandangan saya menjadi kabur, dan yang terlihat adalah objek pandang yang berbayang sehingga jumlah yang terlihat menjadi banyak. Ketika bercermin, mata sebelah kiri saya pada bagian hitamnya hanya bisa terdiam kaku di tengah, tidak bisa bergerak. Lalu, dokter spesialis syaraf dan spesialis mata pun mendiagnosa bahwa syaraf mata saya lumpuh. Saya pun merasa sedih dan marah. Saya merasa takut mata saya tidak bisa sembuh dan berfungsi normal kembali. Saya hampir putus asa dan begitu menyalahkan keadaan. Saya masih ingat, pada saat itu, sehabis shalat, saya berdo’a kepada Allah untuk diberikan petunjuk dan dianugerahi kesembuhan. Lalu, sayup-sayup dari luar saya mendengar sebuah lagu dari D’Masiv dengan lirik :

 

“Tak ada manusia yang terlahir sempurna

Jangan kau sesali sgala yang telah terjadi

Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat

Seakan hidup ini tak ada artinya lagi

 

Syukuri apa yang ada… Hidup adalah anugerah…

Tetap jalani hidup ini.. Melakukan yang Terbaik..

Tuhan pasti kan menunjukkan…Kebesaran dan Kuasa-Nya…

Bagi hamba-Nya yang sabar..Dan tak kenal putus asa…

 

Jangan menyerah!

Jangan menyerah!

Jangan menyerah!”

 

Saya pun sadar, saya hampir lupa untuk bersyukur. Hampir lupa bahwa Allah itu Maha Besar, Maha Kuasa, dan Maha Penyembuh. Dengan diiringi dukungan semangat dan doa dari orang tua, adik-adik, saudara-saudara, seluruh keluarga besar, sahabat-sahabat terdekat, teman-teman, bahkan orang-orang yang baru saya kenal.

 

KEYAKINAN SEMBUH ITU PUN HADIR..

KHUSYU’… Saya mulai memfokuskan harapan pada rasa optimis untuk sembuh

 

IKHLAS… Saya mulai menerima semua peristiwa dan hal yang negatif yang pernah terjadi pada diri saya. Saya terima kelumpuhan syaraf mata dan emosi-emosi negatif yang pernah muncul.

 

PASRAH… Saya mulai menyerahkan segala hal yang mungkin terjadi pada Allah SWT..

Menyerahkan segala kuasa kesembuhan hanya pada-Nya sembari saya terus berusaha

 

SYUKUR.. Saya mulai menemukan hal-hal yang begitu berharga yang masih berkesempatan bisa saya miliki.

 

Lalu, tiba-tiba, Saya mulai ingat bahwa saya pernah mempelajari ilmu hipnosis dari seorang guru saya, dr.Gunawan. Saya baru ingat bahwa sebenarnya saya sudah CERTIFIED HYPNOTIST dari BASIC CLINICAL HYPNOTHERAPY Workshop yang beberapa waktu sebelum kecelakaan pernah saya ikuti. Lalu saya berpikir, mungkin inilah kesempatan saya untuk mempraktekkan kedahsyatan ilmu ini.  Saya mulai mempraktekkan self hypnosis dengan sugesti terapi . Saya perkuat afirmasi dengan The More…The More…Pattern. “Dengan pertolongan Allah, Semakin hari maka saya semakin membaik.. Syaraf mata ini menemukan polanya sendiri untuk self healing. “

 

Terus saja saya ucapkan sugesti penuh keyakinan itu sembari melatih gerakan syaraf mata kiri setiap hari di depan cermin dan mengucapkan do’a pada setiap dzikir sehabis shalat. Sedikit demi sedikit bagian hitam mata kiri saya mulai bisa bergerak. Saya tak henti mengucap syukur untuk setiap perubahan baik yang terjadi. Saya perkuat hal itu dengan afirmasi positif di setiap kalimat yang meluncur dari bibir saya. Saya hanya terfikir untuk berkata yang baik saja. Setiap kali ada yang bertanya, “Gimana keadaanmu?” Saya selalu menjawabnya dengan afirmasi positif …“Semakin hari saya semakin membaik.. Alhamdulillah

 

Saya benar-benar memasrahkan kesembuhan ini pada-Nya.. And… MIRACLE HAPPENED. Hari ke 30 Ramadhan tepatnya di malam Takbiran. Mata kiri saya sudah kembali normal seperti tidak pernah terjadi kecelakaan. Syaraf mata kiri saya tak lagi lumpuh.

 

Alhamdulillah… saya hanya bisa bersujud syukur karena masih diizinkan berlebaran dengan mata yang normal.. Benar-benar Hari Kemenangan. Menang menghadapi emosi-emosi negatif dari dalam diri saya. Menang bisa meraih hikmah-hikmah sangat berharga dalam ujian yang dicukupkan Allah untuk diberikan pada saya benar-benar pas selama satu bulan Ramadhan di tahun 2009.

 

Kejadian tersebut mengubah cara pandang saya dalam menjalani hidup bahwa ada hikmah yang sangat besar dibalik sebuah ujian pahit yang pernah terjadi dalam kehidupan saya. Bersyukur saya mampu melewatinya dan menjadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran yang berhasil mengubah kehidupan saya.

Seandainya cobaan berat ini tak pernah terjadi, mungkin saya tak punya alasan yang benar-benar kuat untuk mempraktekkan ilmu hipnosis yang waktu itu baru saja saya pelajari. Seandainya saya terus saja meratapi keadaan buruk ini tanpa berusaha membuka hati untuk menerima, mengusahakan, dan menyerahkan segala takdir kesembuhan hanya kepada Allah SWT, mungkin saya tak bisa optimis sembuh dan terus tenggelam dalam kemalangan dan kesedihan tiada henti. Seandainya peristiwa kecelakaan yang melumpuhkan mata saya ini tak pernah terjadi, mungkin saya tak dapat menjalani proses transformasi nan sulit dan tak terlupakan untuk memilih merespon keadaan terburuk dengan sikap yang terbaik. Mungkin saya tak bisa menjalani sebuah situasi yang menjadikan diri ini semakin dekat dengan Allah SWT.

Mungkin saya tak dapat lulus dari ujian kesabaran yang Allah hadirkan agar saya dapat menaiki kelas kehidupan yang berikutnya. Mungkin saya tak dapat menyadari betapa banyak anugerah dari Allah SWT yang selama ini seringkali lupa untuk disyukuri. Sebuah anugerah hidup di dunia ini yang hanya diberikan satu kali dan sudah seharusnya untuk dijadikan sesuatu yang sangat berarti. Ya, Arti. Arti dari hidup ini. Kejadian ini telah berhasil mengantarkan saya pada sebuah arti hidup. Sebuah makna bahwa hidup ini harus dijalani dengan melakukan yang terbaik dan juga dengan memberikan yang terbaik. Menjadi sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang.

Mungkin jika peristiwa ini tak terjadi, maka juga tak lahir sebuah azzam yang pernah saya ucapkan dalam hati ini. Sebuah do’a kalbu yang penuh harap nan sangat…

 

“Ya Allah.. Mohon izinkanlah..

Izinkanlah hamba untuk menyukuri anugerah hidup dari-Mu ini dengan cara terbaik yang dapat hamba lakukan.

Ya Allah.. Izinkanlah hamba untuk terus belajar dari setiap ilmu kehidupan yang Engkau titipkan kepada hamba.

Mohon mampukan hamba untuk menjadikannya sebagai ladang amal bagi hamba untuk memanfaatkan ilmu-Mu untuk perbaikan diri, untuk membantu orang-orang yang memerlukannya, menjadikan ilmu-Mu ini sebagai jalan penyalur manfaat bagi sebanyak-banyaknya orang.

Aamiin Ya Robbal alamiin.. “

 

Sejak saat itulah, saya terus berusaha untuk memperbaiki diri saya dari hari ke hari. Saya belajar dari berbagai guru tentang ilmu Hypnosis, Hypnotherapy, EFT, NLP, Coaching, Counseling, Psikologi, Pengembangan diri dan masih banyak lagi. Sembari mempelajari semua ilmu ini, saya berproses. Saya berusaha memberanikan diri untuk tak menunggu menjadi hebat dan sempurna dahulu baru kemudian membantu orang lain melalui jalan ilmu yang saya pelajari. Saya menyadari waktu itu saya masih sangat muda, tetapi saya bertekad kuat untuk mencoba, berusaha membantu orang-orang di sekitar saya yang membutuhkan ilmu ini untuk mendapatkan kesembuhan fisik, membebaskan diri dari trauma, fobia, stress, depresi, serta berbagai keluhan lainnya.

Saya memulai dari sahabat-sahabat saya, orang-orang yang terdekat dengan saya, berproses menjadikan diri saya agar hari demi hari terus memberikan sebanyak-banyaknya manfaat. Hingga kemudian Allah mengizinkan dan memampukan saya untuk membangun sebuah komunitas positif yang terus bertumbuh dan berkembang. Bersama sahabat-sahabat di komunitas yang positif ini saya membagikan ilmu yang saya pelajari sebagai seorang Master Trainer dan Hypnotherapy Instructor yang memberikan sertifikasi gelar non akademis Certified Hypnotist (CH) dan Certified Hypnotherapist (CHt) dari sebuah Lembaga Asosiasi Hypnotherapy Terbesar di Indonesia bagi orang-orang yang berkomitmen mempelajarinya dalam workshop yang saya beri nama Hypnosis & Hypnotherapy Mastery (HHM).

Workshop yang saya bawakan hingga puluhan batch ini mangantarkan saya untuk berbagi di berbagai pulau di Indonesia. Melalui pelatihan dan berbagai pengalaman memberikan terapi ini saya juga mendapatkan peluang berharga untuk membantu mengubah kehidupan banyak orang dari berbagai latar belakang, dari usia muda hingga tua, dari status pelajar hingga dekan tingkat doktoral, dari profesi sales hingga dokter, dari orang yang kurang mampu hingga para pejabat tinggi, dari level individu hingga level komunitas, dan dari level organisasi usaha kecil menengah (UKM) hingga level korporasi serta pemerintahan. Suatu kesempatan emas bagi saya untuk menajamkan kemampuan saya dalam dunia pengembangan sumber daya manusia dengan area dampak yang lebih luas lagi dari sebelumya. Saya sangat bersyukur dengan anugerah pengalaman ini yang telah menjadikan diri saya semakin menyadari bahwa melalui jalan inilah saya akan terus berkontribusi, berbagi, memotivasi, dan memberikan inspirasi bagi siapapun yang membutuhkan perubahan diri untuk menjadi lebih baik lagi. Bismillah… ?

 

Apa pesan-pesan Ibu bagi para generasi muda yang ingin menjadi Trainer?

Pesan saya bagi para generasi muda yang ingin menjadi Trainer adalah jika seringkali sebagai generasi muda terkendala dengan minimnya pengalaman, keahlian, dan pengetahuan. Maka, sedini mungkin sebaiknya  perbanyaklah Action dengan memperluas pengetahuan, memperdalam keahlian, dan memperbanyak pengalaman. Milikilah mentor atau guru kehidupan yang akan membimbing untuk menjadi trainer handal. Tidak perlu menunggu menjadi hebat dahulu baru berbagi, karena dengan berbagi terlebih dahulu barulah bisa menjadi hebat. Ajarkan apa yang kau lakukan, agar bermakna bagi orang lain. Ajarkan apa yang sedang kau pelajari, agar bermakna bagi dirimu. Kalimat-kalimat tersebut juga selalu menjadi penyemangat saya sedari dulu untuk terus berproses menjadi trainer yang lebih baik dari waktu ke waktu.

 

 

Apa pesan-pesan Ibu bagi para generasi muda yang ingin menjadi Coach?

Pesan saya bagi para generasi muda yang ingin menjadi Coach adalah jika sudah yakin, maka siapkan diri untuk belajar dan berlatih. Pahami tujuan hidup, nilai dan potensi diri sehingga nantinya bisa lebih mudah untuk membantu orang lain menggali potensi dirinya. Ikutilah pelatihan Coaching yang mempelajari kompetensi dasar coaching. Pastikan diri dibimbing oleh Master Coach yang professional dan jadilah seorang coachee agar dapat merasakan manfaat dan pengalaman dari sesi coaching. Perbanyak pengalaman dan jumlah klien coaching dalam menangani berbagai macam situasi untuk mengasah kemampuan. Perdalam keterampilan, networking, dan pengalaman menjadi seorang Coach dengan bergabung dalam komunitas Coach.

 

Apa pesan-pesan Ibu pagi para generasi muda yang ingin menjadi Hipnoterapis?

Pesan saya bagi para generasi muda yang ingin menjadi Hipnoterapis adalah miliki alasan yang kuat dan keinginan yang tulus untuk membantu orang lain dengan menjadi Hipnoterapis. Berkomitmenlah untuk terus belajar dan berlatih. Banyaklah bertanya pada praktisi hipnoterapi yang berhasil. Alami sendiri proses hipnoterapi sehingga bisa mempercayai dan merasakan manfaat hipnoterapi. Dapatkan dukungan, masukan, saran, dan bimbingan saat berlatih hipnoterapi. Terus tingkatkan jam terbang dan terus belajar menangani berbagai macam kasus.

 

Apa yang masih Anda perjuangkan ke depannya?

Hal yang masih saya perjuangkan ke depannya adalah senantiasa menjadi agen perubahan yang terus menerus bertumbuh, berkontribusi, dan senantiasa produktif dalam berkarya untuk menjadi bagian dari solusi dalam menjawab berbagai permasalahan sosial yang ada dalam masyarakat. Melalui layanan terapi senantiasa berusaha menyelesaikan berbagai masalah mental emosional. Melalui program training dan coaching, terus melatih dan memfasilitasi para generasi muda untuk menggali potensi, meningkatkan kompetensi diri, dan mencapai tujuan positif yang diharapkan. Melalui website dan buku, senantiasa menghasilkan tulisan-tulisan yang inspiratif dan bermakna untuk menjadikan masyarakat Indonesia berubah menjadi lebih baik.

 

Bagaimana Anda memandang diri Anda sendiri dalam 10, 20. atau 30 tahun mendatang?

Saya memandang diri saya sendiri dalam 10, 20, atau 30 tahun mendatang sebagai pribadi yang semakin bahagia, gembira, damai, penuh dengan rasa syukur dalam menjalani berbagai aktivitas kehidupan yang saya sukai, yang saya kuasai, dan yang bisa memberikan manfaat bagi banyak orang. Saya menjadi individu yang terus menerus bertumbuh baik secara intelektual, emosional, spiritual, sosial, finansial dan senantiasa dapat berkontribusi serta menciptakan dampak positif bagi sebanyak-banyaknya orang. Aamiin Ya Robbal Alamiin..

 

 

 

 

 

 

 

Categories:   Sosok

Comments